Tak Hadiri Sidang, Kuasa Hukum Keuskupan Atambua Kecewa dengan Para Penggugat

Karena tak hadiri sidang, Kuasa Hukum Keuskupan Atambua kecewa dengan para Penggugat

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kuasa Hukum Gereja Katolik Keuskupan Atambua Yoseph Maisir, SH dan Fransiskus Jefry Samuel, SH 

Karena tak hadiri sidang, Kuasa Hukum Keuskupan Atambua kecewa dengan para Penggugat

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Dua Kuasa Hukum Gereja Katolik Keuskupan Atambua, Yoseph Maisir, SH dan Fransiskus Jefry Samuel, SH sangat kecewa dengan sikap dari para penggugat, Gregorius Taneo Cs dan kuasa hukumnya.

Keduanya pengecara kondang tersebut merasa kecewa lantaran para penggugat dan kuasa hukum tidak menghadiri proses sidang lanjutan gugatan kepemilikan atas tanah Gua Bitauni dan sekitarnya.

Tidak Berikan Uang Parkir, Sopir Angkot di Kupang Dapat Bogem Mentah Seusai Makan di Warung

Buntut dari ketidakhadiran penggugat dan kuasa hukumnya, sidang dengan agenda pembacaan replik dari para penggugat tersebut akhirnya ditunda pada pekan depan.

"Mereka tidak hadir tanpa ada pemberitahuan yang jelas. Tanpa ada dasar yang jelas," jelas Maisir kepada Pos Kupang usai mengikuti sidang lanjutan tersebut, Jumat (20/12/2019).

Empat Kandidat Bersaing Rebut Kursi Ketua IBI Kabupaten Kupang masa Bakti 2019-2024

Menurut Maisir, mestinya yang paling siap untuk mengikuti proses persidangan di pengadilan adalah para penggugat. Hal itu karena para penggugat tentu sudah melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum melayangkan gugatan ke pengadilan.

"Tapi ini malah sebaliknya. Dan ini sangat menganggu jalanya proses persidangan. Kesannya seperti kita tidak serius untuk mengikuti proses persidangan ini," ungkapnya.

Maisir mengharapkan, kepada penggugat dan kuasa hukumnya untuk terus menghadiri proses persidangan selanjutnya.

Jika nanti dalam persidangan selanjutnya para penggugat dan kuasa hukumnya tidak hadir, maka pihaknya akan menyampaikan sikapnya dihadapan Majelis.

"Kita berharap semoga agenda persidangan dilanjutkan dengan agenda pembuktian. Karena sudah dua kali replik ditunda. Kalau nanti tanggal 6 Januari 2019 tidak hadir lagi, maka tertunda sudah tiga kali. Sementara perkara perdata diikat batas waktu, paling lama lima bulan harus segera diputus," terangnya.

Mempermainkan Peradilan

Sementara itu, Kuasa Hukum Gereja Katolik Keuskupan Atambua lainnya, Fransiskus Jefry Samuel, SH mengatakan, bahwa penundaan persidangan karena ketidakhadiran dari para penggugat dan juga kuasa hukumnya menunjukan satu sikap tidak menghargai proses peradilan yang sedang berlangsung.

"Jadi kalau semuanya sistem seperti ini, ditunda dan ditunda terus, ini ibarat mempermainkan peradilan. Sangat mempermainkan peradilan. Tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan," tegasnya.

Meskipun begitu, tegas Jefry, pihaknya masih menunggu saja apakah para penggugat dan kuasa hukumnya terus mengikuti proses persidangan. Jika sampai tanggal 6 Januari 2019 para penggugat tidak hadir, maka sidang akan dilanjutkan denhan agenda pembuktian. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved