Kejari Maumere Tak Beri Perlakuan Khusus Tahanan Narkoba Hamil

Pihak Kejari Maumere tak memberi perlakuan khusus bagi tahanan kasus Narkoba yang Hamil

Kejari Maumere Tak Beri Perlakuan Khusus Tahanan Narkoba Hamil
POS-KUPANG.COM/Satuan Narkorba Polres Sikka
Satuan Narkorba Polres Sikka Penyidik Satuan Narkorba Polres Sikka menyerahkan barang bukti dan tersangka shabu-shabu kepada penuntut umum Kejaksaan Negeri Maumere, Pulau Flores, Kamis (12/12/2019). 

 Pihak Kejari Maumere tak memberi perlakuan khusus bagi tahanan kasus Narkoba yang Hamil

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Penuntut umum  Kejaksaan Negeri Maumere ( Kejari Maumere) tak memberi  perlakuan  khusus  kepada tahanan  wanita  hamil  tersangka  narkoba   jenis  shabu-shabu, EW alias E  (34).

Tersangka asal  Makassar dan  barang  bukti  diserahkan  dari  penyidik  Satuan Narkoba  Polres  Sikka  kepada  Kejari Maumere,sejak  Kamis   (12/12/2019). Ia  ditangkap,  Jumat  (7/11/2019) di  Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Perempuan Hamil Tersangka Narkoba Diserahkan ke Kejari Maumere

Kepala  Kejaksaan Negri  Maumere, Azman  Tanjung,  S.H,  melalui Kasi   Intel, Cornelis S.Oematan, S,.H,  menyatakan  pelayanan kesehatan terkait kondisi kehamilan  tersangka  dilakukan oleh  Rutan Maumere, tempat  penitipan  tahan  Kejari  Maumere.

“Jika ada  masalah dengan penahanan   terkait kehamilan, maka Rutan  akan menyampaikannya kepada Kejari Maumere sebagai penahan untuk ditindaklanjuti,” ujar Cornelis  Oematan, Kamis  (19/12/2019).

Polres Kupang Kota Musnahkan Ratusan Liter Sopi Hasil Operasi Pekat Turangga

Andaikan  dalam  persidangan terdakwa sudah waktunya  melahirkan?  penahan  (Pengadilan Negeri Maumere)  akan mengeluarkan penetapan  pembataran kepada terdakwa   untuk menjalani persalinan sampai kesehatan  terdakwa pulih, barulah dilakukan persidangan lanjutan.

Penetapan  oleh Pengadilan Negeri  Maumere  dilaksanakan oleh jaksa   yang menangani perkara tersebut.

“Dalam penahanan  tahap dua  ke Kejaksaan,  status penahanan  tersangka berubah dari  penahan penyidik kepada penahan penuntut umum.  Setelah dilimpahkan, berubah  lagi  menjadi penahanan  Majelis Hakim yang menyidangkanya,”  kata  Cornelis. (laporan wartawan pos-kupang.com,eginius  mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved