Natal 2019

Apa Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Ustadz Abdul Somad, Adi Hidayat, hingga Quraish Shihab

Apa Hukum Ucapkan Selamat Natal Menurut Ustadz Abdul Somad, Adi Hidayat, Quraish Shihab Ditanya Najwa Shihab

Editor: Hasyim Ashari
Via Kompasiana
Apa Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Ustadz Abdul Somad, Adi Hidayat, hingga Quraish Shihab 

Pertama, mengakui Isa adalah anak Tuhan.

Selamatkan Pasien Sakit di Rumah Sakit Leona, Lima Anggota Kodim Donorkan Darahnya

Sebelum Gugur, Lettu Erizal Sidabutar Sudah Sewa Gedung Pernikahan, Begini Curhat Pilu Calon Isteri

Kedua, mengakui Isa lahir pada tanggal 25 Desember.

Terakhir, mengakui Isa mati disalib.

"Ketiga-tiganya ini dibantah oleh Alquran," terang Ustaz Abdul Somad.

"Kafirlah orang-orang yang mengatakan Isa trinitas dan anak Tuhan. Tentang Isa lahir 25 Desember juga dibantah," lanjutnya.

Pada saat Isa kekurangan makanan, kata Ustaz Abdul Somad, Allah memerintahkan untuk mengguncang pohon kurma. Kurma-kurma mengkal pun berjatuhan.

"Kurma mengkal ada di musim panas bulan Juli hingga Agustus," kata Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad menjelaskan, Isa lahir saat kambing-kambing sedang digembalakan di padang rumput.

"Sedangkan di bulan 12 rumput tidak tumbuh karena tertutup salju," ujarnya.

"Maka 25 Desember bukan kelahiran Isa tapi Hari Raya merayakan Dewa Mitra atau Dewa Matahari yang diambil oleh Kaisar Konstantin dari Konstantinopel," lanjutnya.

Begitu pula soal Isa yang mati disalib. Ustaz Abdul Somad mengatakan, sosok yang disalib adalah orang yang dibuat menyerupai Isa.

Ustaz kondang ini menambahkan, meski mengucapkan selamat Hari natal tidak diperbolehkan, namun bukan berarti membatasi hubungan dengan umat Kristiani.

Chord Gitar dan Lirik Lagu Aku Lelakimu dari Virzha & Anang, Akulah Yang Tetap Memelukmu Erat

Chord Gitar dan Lirik Lagu Surat Cinta Untuk Starla Virgoun Kutuliskan Kenangan Tentang Caraku

"Saya punya kawan Kristen, dalam hubungan baik, dalam masalah ngasih makanan, masalah beri pakaian, oke," terangnya.

"Tapi kalau sudah terkait dengan akidah, 'wa lā ana 'ābidum mā 'abattum wa lā antum 'ābidụna mā a'bud lakum dīnukum wa liya dīn' (dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah, Untukmu agamamu, dan untukku agamaku)," kata Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Adi Hidayat

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved