Begini Kondisi Para Korban Diduga Keracunan Ikan Buntal Yang Dirawat Di Puskesmas Kualin

para korban diketahui juga mengkonsumsi laru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga ada kemungkinan

Begini Kondisi Para Korban Diduga Keracunan Ikan Buntal Yang Dirawat Di Puskesmas Kualin
Pos kupang.com/dion kota
Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte 

Begini Kondisi Para Korban Diduga Keracunan Ikan Buntal Yang Dirawat Di Puskesmas Kualin

POS-KUPANG. COM|SOE -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte yang dikonfirmasi pos kupang.com, Minggu (15/12/2019) malam terkait kasus keracunan di Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin mengatakan, kepihaknya belum bisa memastikan ikan yang dikonsumsi para korban merupakan ikan buntal.

Tim reaksi cepat saat ini sudah turun ke lokasi guna mengambil sampel makanan dan minuman serta melakukan investigasi kejadian kasus keracunan tersebut.

"Kita belum pastikan itu ikan butal atau tidak. Kita masih investigasi di lapangan," ikan Irene.

Selain mengkonsumsi ikan, para korban diketahui juga mengkonsumsi laru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga ada kemungkinan, para korban mengalami keracunan akibat mengkonsumsi laru.

"Kita belum bisa pastikan apakah para korban mengalami keracunan akibat mengkonsumsi ikan atau akibat mengkonsumsi laru. Kita akan ambil sampel ikan dan larinya untuk kita kirim ke Labkes Propinsi guna diperiksa," ujarnya.

Keenam korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Kualin yaitu, Niklon Kause, Yahuda Aoetpah, Yohanis Taneo, Luter Taopan, Yopsi Aoetpah dan Yorim Banamtuan.

Terkait kondisi para korban yang dirawat di Puskesmas Kualin Irene mengatakan, dua korban diinfus dan empat korban lainnya hanya dilakukan observasi. Dua korban yang diinfus karena mengalami gejalah muntah, sakit kepala dan kondisi tubuh lemas. Sedangkan empat korban lainnya hanya merasa sakit kepala.

"Diduga, satu korban meninggal dan dua yang infus ini karena mengkonsumsi ikan dan laru dalam jumlah banyak. Sedangkan empat korban yang hanya diobservasi karena mengkonsumsi laru dan ikan dalam jumlah kecil," jelasnya.

Untuk diketahui, Imanuel Beti (55) warga Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Minggu (15/12/2019) sore tewas usai mengkonsumsi ikan yang diduga Ikan buntal dan laru di muara Ela, Desa Tuafanu.

Dibekukan Kepengurusannya, Mantan Ketua Hanura SBD Mengadu Ke DPP Hanura

Satu Warga Tuafanu Tewas Akibat Mengkonsumsi Ikan Yang Diduga Ikan Buntal dan Laru

Korban diketahui mengkonsumsi ikan yang diduga ikan buntal dan laru bersama enam orang lainnya. Sedangkan untuk enam orang lainnya saat ini masih dirawat di Puskesmas Kualin. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved