Minggu, 12 April 2026

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Lembata Libatkan Siswa Sekolah

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Lembata Libatkan Siswa Sekolah

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Kejaksaan Negeri Lembata melakukan pendidikan hukum dan pembinaan anti-korupsi terhadap sekitar 30 pelajar SMPN 1 Nubatukan, dan SMKN 1 di Kota Lewoleba. Kegiatan yang diawali dengan apel upacara ini dilakukan di Halaman Kejari Lembata pada Senin (9/12/2019). 

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Lembata Libatkan Siswa Sekolah

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Lembata melakukan pendidikan hukum dan pembinaan anti-korupsi terhadap sekitar 30 pelajar SMPN 1 Nubatukan, dan SMKN 1 di Kota Lewoleba.

Kegiatan yang diawali dengan apel upacara ini dilakukan di Halaman Kejari Lembata pada Senin (9/12/2019).

TransNusa Tambah Rute Penerbangan ke Tambolaka

Selain memberikan pendidikan hukum dan pendidikan anti korupsi, bersama para pelajar pihak kejaksaan juga membagikan pin anti korupsi kepada para pengendara kendaraan bermotor di depan Taman Kota Swaolsa Titen dan Pasar Pada.

Kepada Pos-Kupang.Com, Kasi Pidum Kejari Lembata, Amar Deny Hari, SH mengatakan pendidikan anti korupsi memang harus ditanamkan sejak usia dini supaya mereka mengetahui apa itu korupsi, hal-hal yang harus dihindari dan kenapa korupsi itu dilarang.

Menurut dia, sejak dulu pendidikan anti korupsi memang sangat kurang diberikan kepada para pelajar.

Hari Anti Korupsi Sedunia, Ini Harapan Sri Mulyani untuk KPK

Dia mencontohkan tindakan-tindakan korupsi yang dilakukan tanpa disadari saat sekolah seperti korupsi waktu dan kebiasaan menyontek.

"Pendidikan anti korupsi ini kita tanamkan kepada anak-anak milenial sekarang untuk generasi Indonesia mendatang supaya lebih baik lagi," ungkap Amar ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, dia berharap 30 perwakilan pelajar itu bisa menyebarkan virus-virus anti korupsi kepada teman-teman mereka di sekolah.

Program lainnya yang dilakukan setiap tahun, kata Amar, adalah Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Program rutin ini merupakan upaya pihak kejaksaan mengenalkan hukum kepada para pelajar dan memberi pengetahuan tambahan perihal dunia kejaksaan. "Sejenis penyuluhan hukum seperti itu," kata dia.

Lebih luas lagi, ungkapnya, penanganan kasus korupsi di Lembata tidak terlalu tinggi, meskipun dia mengakui kalau kasus itu ada.

"Ada juga yang ditemukan di inspektorat, lalu diserahkan ke sini ke bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), jadi yang kita kejar bukan penindakan langsung saja. Kita ada MoU dengan inspektorat untuk lakukan penagihan, jadi ada beberapa temuan inspektorat yang belum dikembalikan, kita menagih itu untuk mengembalikan kerugian negara. Jadi tidak hanya melalui penindakan tapi lebih preventif penyelamatan uang negara," pungkasnya.

Pada hari anti korupsi sedunia yang mengangkat tema 'Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju' pihak Kajari Lembata juga mendapat penghargaan dari Kemenpan RB sebagai Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi.

"Tidak semua kejaksaan dapat prestasi ini," sebut Amar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved