Rumah Terbakar di Lembata

Padatnya Rumah Penduduk dan Kurang Air Penyebab Sulit Padamkan Api di Rumah Muhamad Faisal

Padatnya rumah penduduk dan kurang air penyebab sulit padamkan api di rumah Muhamad Faisal

Padatnya Rumah Penduduk dan Kurang Air Penyebab Sulit Padamkan Api di Rumah Muhamad Faisal
POS KUPANG/ISTIMEWA
Kebakaran rumah terjadi di Dusun Wairiang, Desa Umaleu, Kecamatan Buyasuri Kabupaten Lembata. Kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 Wita, pada Minggu (8/12/2019)

Padatnya rumah penduduk dan kurang air penyebab sulit padamkan api di rumah Muhamad Faisal

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Dua persoalan, yakni padatnya rumah penduduk dan kurangnya ketersediaan air menjadi penyebab sulitnya memadamkan api di rumah Muhamad Faisal, di Lembata.

Tidak hanya perabot rumah tangga. Kebakaran yang melanda rumah milik Muhamad Faisal juga menyebabkan Ijasah dan dokumen penting lainnya milik keluarga hangus tak tersisa.

Rumah yang terletak di Dusun Wairiang Desa Umaleu, Kecamatan Buyasuri ini terbakar pada Minggu ( 8/12/2019) sekira pukul 08.00 Wita akibat hubungan pendek arus listrik.

Kisah Naimah, Bocah SD Wawancarai Anies Baswedan Berbahasa Inggris hingga Karni Ilyas Angkat Suara

Pemilik Ijasah Muhamad Faisal mengatakan kejadian tersebut secara tiba – tiba sehingga Ijasah dan Dokumen Sekeluarga tidak sempat diselamatkan.

“Karena api semakin membesar dan ijasah serta dokumen lainnya berada di dalam sebuah map besar.

Ijasah saya punya dan dokumen milik istri, saudari dan dokumen milik keluarga dalam rumah semuanya hangus karena berada dalam satu map,” ungkap Faisal.

BREAKING NEWS: Mengaku Bisa Keluarkan Kerikil, Dukun di TTU Lakukan Pencabulan Terhadap Siswi SMA

Ia tampak sedih melihat ijasah serta dokumen lain yang hangus dan tidak terpakai lagi. Padahal semuanya ini merupakan dokumen penting yang sudah diperjuangkan sejak SD sampai sarjana.

“Namun semuanya sudah terjadi dan tidak bisa berbuat apa – apa. Saya sangat sedih karena semua dokumen penting miilik saya dan keluarga saya tidak bisa dipakai lagi,” tutur Faisal sambil menitikan air mata.

Faisal berharap kepada semua pihak bisa membantu memberikan solusi serta akses yang harus ia lalui untuk mendapatkan ijasah serta dokumen tersebut kembali.

“Saya berharap semua pihak bisa membantu kami mengurus kembali ijasah serta dokumen lainnya sehingga kami bisa gunakan untuk masa depan kami,” harapnya.

Kebakaran ini sulit dipadamkan karena padatnya rumah penduduk serta kurangnya ketersediaan air.

Warga setempat terpaksa harus mengangkut air laut serta air yang berada di rumah-rumah tetangga untuk memadamkan api. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved