Ketua LPJKP NTT Minta Badan Usaha Konstruksi Segera Digitalisasi Sertifikat

Ketua LPJKP NTT Paulus Tanggela, ST minta badan usaha konstruksi segera digitalisasi sertifikat

Ketua LPJKP NTT Minta Badan Usaha Konstruksi Segera Digitalisasi Sertifikat
POS-KUPANG.COM/KANIS JEHOLA
Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi (LPJKP) NTT, Paulus Tanggela, ST, dan Manajer Eksekutif LPJK NTT, Farah D Pasumain, SE saat menjelaskan tentang pentingnya digitalisasi sertifikat, Jumat (6/12/2019). 

Ketua LPJKP NTT Paulus Tanggela, ST minta badan usaha konstruksi segera digitalisasi sertifikat

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi ( LPJKP) NTT, Paulus Tanggela, ST meminta badan usaha (BU) jasa konstruksi segera melakukan digitalisasi sertifikat dan konversi sertifikat yang masih berlaku ke website LPJKP NTT.

Digitalisasi sertifikat ini penting bagi BU konstruksi dalam pelaksanaan tender proyek jasa konstruksi tahun 2020.

Hotman Paris Gugup, Wajah Memerah Saat Nikita Mirzani & Billy Syahputra Ungkap Rahasia Besar Ini

"Sesuai Surat Edaran Kementerian PUPR No.06/SE/M/2019, semua sertifikat, baik sertifikat badan usaha, sertifikat keahlian dan sertifikat keterampilan wajib dalam bentuk elektronik," kata Paulus yang didampingi Manajer Eksekutif LPJK NTT, Farah D Pasumain, SE, Jumat (6/12/2019).

Menurut Farah, launching sertifikat dalam bentuk elektronik sudah dilakukan sejak 8 Oktober 2018. Sedangkan penerapan secara resmi sertifikat digital dimulai 1 April 2019.

Ternyata Ashanty dan Anang Hermansyah Bangun Bisnis Ini Hingga Punya Rumah 50 Miliar, Penasaran?

"Awalnya batas waktu konversi ini 30 September 2019. Tapi karena belum banyak BU konstruksi yang melakukan konversi maka diperpanjang lagi hingga akhir Desember 2019. Sertifikat yang disertifikasi adalah sertifikat badan usaha (SBU), sertifikat keahlian (SKA), dan sertifikat keterampilan kerja (SKT)," kata Farah.

Hingga saat ini, jelas Farah, jumlah SBU yang sudah dikonversi ke elektronik 1.647 atau baru 57 persen dari total SBU fisik 2.890 (data Maret 2018). Sedangkan SKA konstruksi sesuai data 2018 sebanyak 1.036, dan setelah April 2019 yang sudah dalam bentuk elektronik 576 atau 55,6 persen. Sementara SKT sesuai data 2018 sebanyak 1.976 dan sudah dalam bentuk elektronik 1.360 (69%). (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Kanis Jehola)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved