Sepakat Berhenti Bawa Tuhan dan Agama, PERTEMUAN BERSEJARAH antara Pimpinan Gereja dan Dunia Arab
-Beberapa waktu lalu, sebuah kunjungan dan pertemuan bersejarah antara pimpinan gereja dan Dunia Arab terjadi Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
POS KUPANG.COM -------Beberapa waktu lalu, sebuah kunjungan dan pertemuan bersejarah antara pimpinan gereja dan Dunia Arab terjadi Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Diketahui, pertemuan sejarah antara Pimpinan Gereja dan Dunia Arab ini berlangsung pada 3 Februari 2019 lalu bertujuan untuk sepakat berhenti bawa Tuhan dan Agama di Deklarasi Abu Dhabi tersebut.
Selain berhenti pakai nama Tuhan untuk halalkan kekerasan, terorisme dan pembunuhan, juga berhenti instrumentasikan agama untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
Paus Fransiskus dan Paus-paus sebelumnya pernah melakukan kunjungan ke beberapa negara dan tempat dengan kekentalan Islam Arab tinggi, seperti Mesir, Marokko, Tunisia, Palestina dan Libanon, tetapi belum pernah terjadi dengan jazirah Arab yang dikenal sebagai tempat lahir agama Islam.
• Laga Tandang Persib Maung Bandung vs Bali United Rasa Kandang, Ini Kata Kapten Supardi Nasir
Pada 3 Februari 2019 malam hari, Paus Fransiskus yang sudah cukup lama mengiyakan undangan Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Syeikh Khalifa bin Zayed al-Nahyan dan komunitas Katolik di negeri ini, terbang menuju Abu Dhabi, Ibu Kota UAE.
Paus tiba di bandara kepresidenan UAE Pk 22.00 waktu Abu Dhabi dan diterima secara sangat hangat dan protokoler.
Dari situ, kegiatan demi kegiatan berlangsung dengan sangat rapi, indah, dan mengesankan hingga beliau tiba kembali di Vatikan, Selasa, 5 Februari, pukul 17.00 waktu Roma dalam keadaan selamat, dengan hati puas dan bahagia.
Tak disangkal, lawatan ini diklaim bersejarah dan oleh berbagai alasan, mendapat antusiasme sangat besar di seantero jagat.
Di berbagai TV dan surat kabar serta jalur-jalur media sosial, berseliweran berita-berita kehadiran Paus dan berbagai kegiatan sejak tiba di bandara, dijemput dengan musik khas Arab, salute para serdadu, dan penjemputan di istana kepresidenan dengan atraksi jet-jet tempur di langit UAE dengan semburan asap berwarna kuning dan putih melambangkan bendera Vatikan.
Selain itu juga pertemuan dialog lintas agama di Masjid “Founder’s Memorial”, kunjungan pribadi ke Katedral hingga misa raya di Zayed Sports City yang dihadiri lebih dari 130.000 umat Katolik dan 4.000 umat Islam, hingga acara pamitan untuk kembali ke Vatikan.
• Terjadi Fluktuasi di Lapangan Bali United vs Persib Bandung, Singgung Performa Tuan Rumah
Oleh karena kehistorisan lawatan Sri Paus ini, bukan saja untuk beliau dan Gereja Katolik di belakang beliau, tetapi juga untuk pihak UAE, Semenanjung Arab, dunia Arab, dan umat Islam sedunia, setiap momen dan peristiwa pertemuan yang sudah diagendakan di atas program menjadi momen-momen sangat istimewa dan berarti.
Setiap tatapan mata, setiap rangkulan, setiap gandengan tangan, setiap kata, setiap isyarat, setiap simbol menjadi tanda istimewa syarat makna, syarat pesan.
Perdamaian dunia
Paus Fransiskus (kiri) disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) setibanya di Bandara Internasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arah pada Minggu (3/2/2019). (AFP/Andrew Medichini via Kompas.com)
Ada banyak klimaks selama kunjungan ini berlangsung. Tergantung dari konteks mana. Tak dipungkiri bahwa misi perdamaian dunia adalah salah satu tujuan utama Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Semenanjung Arab kali ini.
Perhatiannya yang amat besar tentang perdamaian dunia, tentang dunia yang beradab, dunia yang lebih berperikemanusiaan, dunia yang bebas dari rasa sakit dan tetes-tetes air mata sudah beliau perjuangkan dari awal pontifikatnya tahun 2013 lalu.