Jadi Komisaris Utama Pertamina, Candaan Ahok BTP Dinilai Mengkhawatirkan, Bisa Jadi Bom Waktu?
Jadi Komisaris Utama Pertamina, Candaan Ahok BTP Dinilai Mengkhawatirkan, Bisa Jadi Bom Waktu?
“Ya dia (SP Pertamina) belum kenal saya kan. Dia enggak tau saya sudah lulusan S3 dari Mako Brimob,” ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Ahok pun meminta dukungan dari masyarakat mengenai tugas barunya menjadi Komisaris Utama PT Pertamina.
“Saya berharap tentu dukungan doa dari masyarakat terus juga dukungan info dari masyarakat karena fungsi saya kan pengawasan,” kata Ahok.
• Jadi Komisaris Utama Pertamina, Banjir Karangan Bunga di Kantor Baru Ahok, Simak Info
• Ahok Jadi Bos di Pertamina,Djarot: Kenapa Cuma Ahok? Polisi Gerindra Ancam Pecat, Ini Kata PA 212
• Kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto: Keberanian Ahok Diperlukan Pertamina
• Gaji Presiden Saja Cuma Rp 62 Juta, Hoaks jika Gaji Ahok di Pertamina Sebesar Rp 3,2 Miliar, Info
• Hari Pertama Ahok Kerja di Pertamina, Pertanyakan Mafia Migas, Surya Paloh: Kerja Saja yang Mantab!
• Terungkap Ahok Hanya Jadi Komisaris Utama Bukan Direktur Utama Pertamina, Ini Alasannya
Harapan Besar
Meski pengangkatan Ahok BTP menjadi Komisaris Utama Pertamina menuai pro kontra, tapi di sisi lain ada yangmasih berharap eks gubernur DKI Jakarta itu mampu melepaskan industri migas dari keterpurukan.
Politikus Partai Nasdem yang juga pengamat migas, Kurtubi memaparkan kondisi industri Minyak dan Gas Bumi ( migas) di Indonesia yang saat ini sedang dalam kondisi buruk.
Kurtubi menjelaskan permasalahan tersebut harus segera diselesaikan oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama BTP atau Ahok BTP.
Dikutip TribunWow.com (grup SURYA.co.id) dari video unggahan kanal Youtube Talk Show tvOne, Minggu (24/11/2019), awalnya Kurtubi memaparkan soal keinginan industri migas di Indonesia.
Ferdy Hasiman yakin Ahok akan berikan dampak positif ke BUMN, Ferdy juga membahas bagaimana Pertamina sudah terlalu nyaman dengan situasi saat ini.
Kurtubi mengatakan saat ini industri migas Indonesia sedang dalam kondisi terpuruk.
"Mimpi besar kita di industri migas ini agar bangkit kembali," jelas Kurtubi.
"Sekarang dalam posisi terpuruk, rakyat harus tahu."
"Industri migas nasional terpuruk," tambahnya.
Kemudian Kurtubi memaparkan alasan mengapa dirinya mengatakan sektor migas Indonesia sedang anjlok.
"Indikatornya, mengimpor luar biasa minyak mentah, karena produksi kita anjlok," kata Kurtubi.
"Pengimpor BBM sekalipun menurun karena ada bantuan B-20 dari sawit, LPG impor luar biasa," imbuhnya.