Dua SMP di Sumba Timur Masih Gunakan Gedung Darurat Swadaya Orang Tua

Dua SMP di Kabupaten Sumba Timur masih gunakan gedung darurat swadaya orang tua

Dua SMP di Sumba Timur Masih Gunakan Gedung Darurat Swadaya Orang Tua
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kabid SMP Dinas Pendidikan Imanuel Takandjandji 

Dua SMP di Kabupaten Sumba Timur masih gunakan gedung darurat swadaya orang tua

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sebanyak 2 SMP di Kabupaten Sumba Timur saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) masih menggunakan gedung darurat. Gedung sekolah darurat itu dibangun secara swadaya oleh orang tua murid dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Yusuf Waluwanja melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Imanuel Takandjandji ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Senin (15/11/2019) mengatakan, di Sumba Timur ada dua SMP yang gedungnya masih darurat yang dibangun oleh orang tua dan masyarakat setempat. Kedua sekolah ini menjadi embrio sehingga diharapkan ke depan bisa ada gedung sekolah permanen.

Dua Tembakan Peringatan Bubarkan Kerumuman Massa di Nangahure Sikka

Imanuel menjelaskan, kedua sekolah itu yakni satu SMP Harai di Kecamatan Mahu yang dibuka tahun 2018 lalu, memiliki penduduk paling padat dengan jumlah siswa sangat banyak.

Kata dia, sebelum dibukanya sekolah itu, anak-anak dari Harai harus bersekolah di SMP Negeri 1 Mahu dengan jarak tempu 15-20 Km. "Ini sangat menyulitkan anak-anak selama ini mereka sekolah di SMP Negeri 1 Mahu dengan jarak sekitar 15-20 Km,"ungkap Imanuel.

Kepsek dan Guru SDK Wolorae di Nagekeo Bangga Anak Didik Berhasil

Kata dia, akhirnya berdasarkan permintaan masyarakat dan juga atas perintah Bupati Sumba Timur Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur langsung menindaklanjuti dengan membuka embrionya juga sementara proses proposal ke Kementerian Pendidikan.

"Karena sekolah itu bukan Satap tapi USB karena muridnya tinggi di tahun kedua ini saja sudah 4 kelas, sehingga membutuhkan dana yang begitu besar. Kita berharap proposal pak bupati ini bisa terjawab,"ungkap Imanuel.

"Terkait guru juga kita sudah tempatkan disana ada juga guru garis depan karena sekolahnya sangat jauh dan terpencil,"tambah Imanuel.

Sementara satu sekolah yakni SMP Maumaru di Kecamatan Umalulu yang juga fasilitas gedungnya masih sangat terbatas.

Dikatakan Imanuel pihaknya membuka sekolah Satap di Maumaru itu berdasarkan permintaan masyarakat sebab selama ini anak-anak dari Maumaru harus bersekolah di SMP Negeri 1 Umalulu dengan jarak tempu sekitar 25 Km.

"Inu sangat sulit sekali bagi anak-anak sehingga atas permintaan masyarakat kita amini dengan membuka Satap disitu. Anak-anak/murid di Maumaru juga cukup banyak dan layak untuk dibangun sebuah sekolah Satap disitu,"ungkap Imanuel. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved