Renungan Harian Kristen Protestan, Senin, 19 November : Rahasia Keberhasilan
bahkan juga keberhasilan dalam berumah tangga, dan masih banyak keberhasilan lainnya menurut standar diri
Bahkan, Alkitab terus memberikan segi negatif manusia, Alkitab terus memberitahukan kita untuk terus mematikan perkara-perkara yang penuh dengan kecemaran.
Kol. 3:16-17, mengatakan bahwa “hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya diantara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan Mazmur ….. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita.”
Kesiapan hati untuk diajar, memang bukanlah hal yang mudah bagi setiap orang yang mau benar-benar bertumbuh di dalam Tuhan. Seorang teman saya yang sementara menjalankan masa konselingnya mengatakan “ saya capeh…saya merasa sakit…semuanya harus kembali dibongkar, padahal saya sudah menguburnya dalam-dalam!
Saya tidak tahu sekarang harus bagaiman?Tapi saya mau semuanya cepat berlalu dan saya buang jauh-jauh dari dalam hidup saya.
”Disinilah titiknya, bahwa kesiapan kita untuk diajar dilihat dari bagaimana keriduan kita akan Firman Tuhan.
Mungkin kita akan mengatakan bahkan mengaku bahwa kehidupan kita tidak pernah terlibat dalam beragam kecemaran dunia seperti halnya, perselingkuhan, korupsi, pembunuhan, pornografi/ prostitusi dan lainnya, melainkan kita adalah orang-orang yang dengan percaya diri mengatakan bahwa kita adalah aktivis dalam pelayanan Tuhan, kita adalah donator dalam mendukung pelayanan Tuhan, dan sebagainya.
Tetapi bagaimana dengan waktu pribadi kita dengan Tuhan?
Waktu dimana kita memiliki kerinduan yang mendalam secara terus menerus untuk merenungkan firman Tuhan.Allah menghendaki kita memiliki pengetahuan yang bertambah-tambah tentang Firman-Nya, dan pengertian yang bertambah-tambah tentang kebenaran-Nya.
Selidikilah kebenaran-Nya dan biarkan Roh Allah yang melakukan apa yang Ia ingin lakukan- mengingatkan dan menerangi hati dan pikiran kita sampai Firman itu menjadi harta benda dan pedang bagi kita seperti bagi Dia.
Ciri yang ketiga, “mereka akan berbuah.”Seorang tukang kebun jeruk pasti tidak akan terus menerus merasa bahagia jika pohon jeruknya itu belum menghasilkan bauh. Demikian juga dengan firman Allah yang diberikan kepada kita, haruslah berbuah dengan benar dalam hidup kita, sebab Allah tidak akan tinggal diam ketika kita tidak menghasilkan buah dalam hidup kita.
Bertumbuh dan berbuah itu bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan.Ada banyak tantangan yang harus kita hadapi, dan tantangan-tantangan itu bisa saja dipakai Allah dengan tujuan kita mengalami pertumbuhan berupa ujian yang berat.
Apa yang dimaksud dengan keberhasilan di sini?
Keberhasilan yang sesungguhnay adalah ketika kita benar-benar teguh di dalam Kristus, dalam menghadapi setiap ujian iman dan tantangan hidup, dan kita membiarkan hidup ini dialiri oleh aliran air hidup Roh Kudus, maka tidak ada badai yang dapat meruntuhkan kita, dan tidak ada musim kemarau dapat mengeringkan kita, dan pekerjaan yang diberikan Allah kepada kita akan terlaksana sebagaiman yang ditentukan oleh Allah kepada kita.
Seorang pengusaha ternama bisa saja gagal dengan target-target usaha yang sudah ditetapkan untuk diperoleh, atau juga seorang ayah atau ibu bisa saja merasa gagal dalam mendidik anaknya, atau seorang mahasiswa bisa saja gagal dalam mengejar target nilai yang harus diperolehnya.
Saudara banyak orang bekerja untuk dirinya sendiri atau juga supaya mendapat kehormatan dunia, wajarlah jika mereka mengalami kekecewaan karena yang mereka cari hanya bersifat sementara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pdt-rosaria-imelda-blegur.jpg)