Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang Kembangkan Kreativitas Melalui Sampah Plastik

Para Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang kembangkan kreativitas melalui sampah plastik

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Stan Jurusan Administrasi Bisnis PNK dalam acara Soft Launching bertajuk "Mamuli Science Technology and Inovation Centre Nusa Tenggara Timur", Kamis (14/11/19). 

Para Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang kembangkan kreativitas melalui sampah plastik

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Kupang ( PNK) bersama Gereja GMIT Petra Balfai Kupang menampilkan hasil karya seperti vas bunga dan bunga hiasan yang terbuat dari sampah plastik hasil daur ulang.

Hasil karya seni tersebut di pamerkan di Museum Daerah Nusa Tenggara Timur dalam acara Soft Launching bertajuk "Mamuli Science Technology and Inovation Centre Nusa Tenggara Timur", Kamis (14/11/19).

Kios Latifah Ludes Dilalap Api, Lurah Oepura Koordinasi Dinas Sosial NTT, Ini Hasilnya

Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis PNK, Henri Doko mengatakan, menghadapi era 4.0, masyarakat harus bernivoasi dalam memanfaatkan barang-barang bekas yang nantinya diolah menjadi benda-benda bernilai ekonomis.

"Barang bekas ini banyak yang tidak terpakai, ternyata barang-barang bekas ini bisa dijadikan sesuatu yang bernilai ekonomis, masyarakat harus lihat ini juga. Hal-hal seperti ini juga bisa menambah kreatifitas masyarakat," katanya.

Gelar Media Gathering, BPJS Kesehatan Waingapu Kenalkan Perpres Nomor 75 Tahun 2019

Henry menambahkan, dalam mengolah bahan bekas ini dibutuhkan kreativitas agar bisa menciptakan hasil-hasil karya yang nanti dapat dijual.

"Kalau ada kreativitas maka barang-barang bekas ini bisa dipakai lagi dan kami dari mahasiswa melihat harus ada inovasi untuk berubah, bukan hanya meminimalisir saampah dengan cara membersihkan saja tapi juga memanfaatkannya sebagai produk baru," tambahnya.

Anggota jemaat GMIT Petra Balfai, Ali Ablelo mengatakan, kreativitas masyarakat harus ditumbuhkan mengenai pengelolahan sampah yang akan didaur ulang menjadi barang yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

"Tujuan lainnya agar bisa menyerap tenaga kerja dan meminimalisir pengangguran. Jadi kita bisa kasih kurang sampah juga. Jadi kita menumbuhkan kreativitas dari masyarakat juga," katanya.

Ali mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT harus bisa melihat usaha kreatif dan bisa mendukung gerakan-gerakan seperti ini agar meminimalisir sampah-sampah khususnya plastik.

"Kita bisa lihat di NTT khususnya di Kota Kupang ini sampah plastik seperti mimpi buruk. Jadi dengan adanya kreativitas seperti ini sampah-sampah plastik yang berserakan bisa kita gunakan untuk menciptakan suatu produk baru yang berguna," katanya.

Kegiatan ini dimulai pada pukul o8.00 Wita dan dihadiiri oleh sejumlah siswa dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang ada di Kota Kupang. Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat serta perwakilan dari Kemenristek Dikti.

Dikesempatan yang sama, dosen Jurusan Administrasi Bisnis PNK, Enos Kabu S.Sos.,M.Ec mengatakan, apa yang dihasilkan mahasiswa dari daur ulang sampah merupakan hasil kreativitas yang juga berkontribusi bagi lingkungan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan dapat menjadi pemasukan ekonomi bagi mahasiswa.

"Hasil karya dari daur ulang ini juga menjadi gerakan sadar dan peduli akan lingkungan serta dapat menghasilkan pemasukan bagi mahasiswa jika dijual," paparnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar untuk memproduksi produk saja, akan tetapi juga belajar terkait manajemen bisnis. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved