Fenomena Pecah Kongsi di Pilkada, Ahmad Atang Sebut 5 Faktor Utama Penyebabnya

Soal fenomena pecah kongsi di Pilkada, Ahmad Atang sebut 5 faktor utama penyebabnya

Fenomena Pecah Kongsi di Pilkada, Ahmad Atang Sebut 5 Faktor Utama Penyebabnya
Dok
Drs. Ahmad Atang, M.Si

Soal fenomena pecah kongsi di Pilkada, Ahmad Atang sebut 5 faktor utama penyebabnya

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengamat Politik dari Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang secara khusus membedah fenomena pecah kongsi yang sering terjadi pada hajatan politik pilkada.

Menurut Atang ketika dihubungi di Kupang, Selasa (12/11/2019) menjelaskan, fenomena pecah kongsi antara bupati dan wakil bupati dalam pilkada bukan merupakan hal baru dalam dinamika politik lokal karena itu adalah sah-sah saja.

Kearifan Lokal Musik Daerah Mulai Hilang, Unwira Gelar Lomba Ansambel

Dalam menghadapi pilkada mendatang, fenomena pecah kongsi membayangi pasangan yang sedang menjabat dengan berbagai sebab dan hal ini merupakan hak politik para kandidat.

Namun demikian, dalam demokrasi partisipasif pilkada saat ini, para kandidat paling tidak memiliki tiga modal utama, yakni modal politik, modal sosial dan modal finansial.

Keputusan pecah kongsi apapun argumentasinya, seorang kandidat mesti memiliki modal politik untuk maju menjadi calon bupati. Modal politik menggambarkan seorang kandidat harus memastikan dengan partai koalisi apa saja yang akan menjadi kendaran politiknya.

Polisi dan UPTD Puskesmas Nangaroro Gelar Kegiatan Promkes Meriahkan HKN di Nagekeo

Ini penting jika kandidat tersebut memilih jalur partai, maka mengamankan diri melalui partai adalah suatu keharusan sebagai jaminan akan modal politik tersebut.

Selain itu adalah modal sosial. Seorang kandidat harus memastikan basis dukungan masyarakat yang bisa dipetakan untuk mendapatkan dukungan politik. Tanpa modal sosial, apapun kendaraan politiknya tidak punya arti jika tidak memiliki peta kekuatan riil.

Sedangkan modal finansial, menggambarkan seorang kandidat memiliki dukungan materi yang dapat memobilisasi sumber daya politik untuk memenangkan pertarungan politik.

"Kandidat petahana yang akan maju baik masih berpasangan atau pecah kongsi yang akan maju sendiri-sendiri menurut hemat saya mesti memastikan modal dasar tersebut di atas," jelas Ahmad Atang.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved