Kearifan Lokal Musik Daerah Mulai Hilang, Unwira Gelar Lomba Ansambel

Sehubungan kearifan lokal musik daerah mulai hilang, Unwira Kupang gelar lomba ansambel

Kearifan Lokal Musik Daerah Mulai Hilang, Unwira Gelar Lomba Ansambel
ISTIMEWA
Penampilan peserta lomba musik ansambel yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Musik Unwira Kupang. 

Sehubungan kearifan lokal musik daerah mulai hilang, Unwira Kupang gelar lomba ansambel

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Mahasiswa Program Studi (prodi) Pendidkan Musik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang menyelenggarakan Lomba Musik Ansambel tingkat SMA/MK se-Kota Kupang. Perlombaan tersebut dilaksanakan di Taman Budaya Gerson Poyk Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (10/11/2019).

Lomba yang melibatkan sebanyak 13 SMA dan 8 group musik ansambel mahasiswa Prodi Musik semester V itu berlangsung meriah. Mengusung tema "Musik Daerah Nusantara", panitia membuka dua kelas lomba yakni kelas ansambel gitar sejenis yang ber-genre classic serta ansambel musik campuran yang ber-genre bebas.

Kunjungan Kerja ke NTT, Komite III DPD RI Sorot UU Pariwisata dan UU Disabilitas

Ketua Prodi Pendidkan Musik Flora Ceunfin, S.Sn., M.Sn, mengatakan, perlombaan musik ansambel yang dilaksanakan merupakan program tahunan rutin dalam rangka menjalin hubungan dan kerjasama universitas dengan lembaga pendidikan (sekolah). Selain itu, kegiatan lomba tersebut juga bertujuan untuk menyelamatkan kearifan lokal musik daerah yang mulai hilang.

"Kita sengaja mengangkat tema musik daerah nusantara dengan tujuan agar generasi penerus kita dalam hal ini mahasiswa dan anak-anak peserta didik bisa mempertahankan dan melestarikan kekayaan kearifan lokal khususnya musik lokal yang pelan-pelan mulai hilang karena dipengaruhi oleh perkembangan zaman," ujar Flora.

Ini Harapan Para Pendeta Bagi MPH-PGI Terpilih Periode 2019-2024

Secara spesifik, lanjutnya, dengan kegiatan perlombaan tersebut, Prodi Pendidikan Musik Unwira juga ingin mengaplikasikan teori mata kuliah Ansambel dan mata kuliah Pengalaman Musik Bersama dalam praktik kepada sekolah-sekolah yang ada di kota Kupang melalui para alumni dan mahasiswa yang sedang melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah tersebut.

"Kedepan kita berharap agar kegiatan ini tetap dilanjutkan dan mudah-mudahan dapat melibatkan lebih banyak sekolah lagi, tidak hanya di kota Kupang saja tetapi juga sekolah-sekolah yang ada di daerah-daerah lain di NTT," katanya.

Sementara itu, DwiAmanto, anggota juri FLSN Gitar Klasik menuturkan keprihatinannya terhadap kondisi musik klasik di NTT yang menurutnya sudah hamir hilang. Karenanya, dengan perlombaan semacam ini, harapannya agar bakat-bakat dan semangat bermain musik lokal terutama dalam bermain gitar klasik dapat dijaring dan ditingkatkan kembali.

"Saya sangat prihatin melihat musik klasik di NTT sudah hampir hilang, padahal sebenarnya anak-anak NTT punya bakat yang sangat luar biasa dalam memainkan gitar klasik," katanya.

"Semoga bisa lomba ini bisa memunculkan kembali bakat anak-anak khusunya gitar yang ber-genre classic sehingga bisa muncul pemain-pemain hebat gitar klasik dari NTT, khusunya dari anak-anak kita yang ikut lomba pada hari ini," pungkasnya.

Perlombaan ansambel musik tersebut tidak hanya menampilkan jenis musik daerah NTT, tetapi berbagai jenis music daerah di Indoesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rector Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, P. Dr. Philipus Tule SVD, Ketua Prodi Pendidkan Musik Flora Ceunfin, S.Sn., M.Sn, para dosen, alumni, orang tua, siswa siswi SMA/MK, serta mahasiswa prodi musik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved