Tutor PAUD di Waigete Sikka Diberhentikan Pengelola karena Tak Bagikan Honor

Tiga tutor PAUD di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka diberhentikan pengelola karena tak bagikan honor

Tutor PAUD di Waigete Sikka Diberhentikan Pengelola karena Tak Bagikan Honor
kompas.com
Ilustrasi PAUD 

Tiga tutor PAUD di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka diberhentikan pengelola karena tak bagikan honor

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Apes menimpa tiga orang tutor PAUD St.Yohanes, Napun Biri di Desa Runut, Kecamatan Waigete, 33 Km arah timur Kota Maumere, Kabupaten Sikka Pulau Flores. Mereka diberhentikan pengelola PAUD, karena tidak bisa diajak kerjasama membagikan honor yang diterimanya.

"Honor kami Rp 350.000/bulan. Kami terima enam bulan sekali. Ibu pengelola minta supaya honor ini dikumpulkan lalu dibagi rata empat orang," beber Marsiana Nona, tutor PAUD St.Yohanes, kepada pos-kupang.com, Selasa (12/11/2019) di Maumere.

BKKBN NTT Adakan Advokasi KIE KKBPK di Kabupaten Nagekeo

Selain Marsiana, dua rekanya yang telah diberhentikan tanpa surat yakni Natalia Nasli, dan Maria Nona.

Marsiana menuturkan, honor bulan Januari-Juni diterima, Senin (11/11/2019). Pengelola PAUD mengajak pertemuan mendadak meminta uang honor ketiga tutor dikumpulkan dan dibagi rata.

"Tidak ada kesepakatan dicapai, dia (pengelola PAUD) menyuruh kami buat sendiri laporan untuk sisa honor empat bulan. Artinya dia suruh kami berhenti. Buku administrasi dia minta kumpulkan," kata Marsiana.

Perbup 37 Tahun 2019 Tingkatkan Penyerapan Anggaran Belanja Langsung di Sumba Timur

Meski tak membagi honor, ketiga tutor masih mengumpulkan uang Rp 900 ribu dan mengantar ke kediaman pengelola. Namun ia menolak pemberian itu.

Pengelola, kata Marsiana, menyatakan tidak bisa mempertahankan ketiga tutor mengasuh 27 anak PAUD karena tidak bisa diajak bekerja sama.

"Kami tidak bisa diajak kerjasama karena tidak mau membagikan honor yang kami terima. Padahal ibu pengelola masih mendapat honor anggopta BPD Runut," kata Marsiana.

Marsiana mengatakan, pemberhentian tutor telah disampaikan Kepala Desa Runut, Gregorius Gelit. Ia berjanji menyelesaikannya. (laporan reporter pos-kupang.com).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved