Atasi Polemik Pembahasan RAPBD 2020, Pemda TTU Tawarkan DPRD Agar Dikonsultasikan ke Depdagri

Atasi polemik pembahasan RAPBD 2020, Pemda TTU tawarkan DPRD agar dikonsultasikan ke Depdagri

Atasi Polemik Pembahasan RAPBD 2020, Pemda TTU Tawarkan DPRD Agar Dikonsultasikan ke Depdagri
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Suasana lanjutan sidang III RAPBD TTU tahun 2020 di ruang sidang utama DPRD TTU, Senin (11/11/2019). 

Atasi polemik pembahasan RAPBD 2020, Pemda TTU tawarkan DPRD agar dikonsultasikan ke Depdagri

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara ( Pemda TTU ) meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) supaya dapat mencari jalan keluar bersama terkait dengan masalah pembahasan RAPBD tahun 2020.

Pemerintah melalui Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis menawarkan agar pemerintah dan DPRD Kabupaten TTU bersama mengkonsultasikan polemik pembahasan RAPBD 2020 tersebut ke pemerintah provinsi atau pemerintah pusat.

Lantik Sembilan Pejabat Eselon II, Herman Man: Ingat Pesan Presiden Jokowi

"Kalau berkenan kita sama-sama mengkomunikasikan ini ke provinsi atau ke Depdagri dimana sumber aturan semua berasal dari sana," ungkap Fransiskus menanggapi pernyataan sejumlah anggota banggar yang memilih walk out apabila tetap memakai dokumen yang diusulkan pemerintah dalam lanjutan sidang III pembahasan RAPBD 2020 di Ruang Sidang Utama DPRD TTU, Senin (11/11/2019).

Menurut Fransiskus, dengan dilakukannya konsultasi bersama dengan anggota DPRD Kabupaten TTU ke Depdagri maka polemik pembahasan RAPBD Kabupaten TTU dapat segera menemukan jalan keluar.

Ini Keterangan Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Saat Diperiksa di Pengadilan Tipikor Kupang

"Sehingga polemik ini cepat selesai. Karena jangan sampai kita belum sampai bahas angka kita sudah diperiksa. Sebagai manusia kita juga was-was," terangnya.

Fransiskus juga mengatakan, dirinya tidak dapat mengambil keputusan sendiri terkait dengan polemik pembahasan yang terjadi sebab harus dikomunikasikan dengan pimpinan yang saat ini tidak berada di tempat.

"Kami juga akan menceritakan kepada pimpinan terkait dengan apa yang kami alami ketika kami hadir dan memberikan keterangan pada Tipikor Polda NTT. Sehingga kemelut ini bisa cepat selesai, dan kita lanjutkan persidangan untuk kemudian program dan kegiatan untuk kepentingan rakyat bisa kita tuntaskan," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved