Empat Isu Penting Yang Dibahas Dalam Sidang Raya PGI Ke-XVII

Ada empat isu penting yang dibahas dalam Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Ke-XVII.

Empat Isu Penting Yang Dibahas Dalam Sidang Raya PGI Ke-XVII
POSKUPANG/ROBERTUS ROPO
Sekertaris Umum PGI, Pdt.Gomar Gultom, S.Th. 

Empat Isu Penting Yang Dibahas Dalam Sidang Raya PGI Ke-XVII

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Ada empat isu penting yang dibahas dalam Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Ke-XVII.

Sidang Raya ini berlangsung di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT yang berlangsung sejak tanggal 8 Sampai 13 November 2019.

Sekertaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, S.Th ketika ditemui POS-KUPANG.COM di gedung MPL GKS Jemaat Payeti, Kota Waingapu, Sabtu (9/11/2019) mengatakan, ada empat isu penting yang dibahas dalam Pelaksanaan Sidang Raya PGI itu.

Pdt. Gomar menjelaskan, empat isu penting yang dibahas itu yakni pertama, Krisis Kebangsaan.

"Krisis kebangsaan ini kita melihat Pancasila makin terpinggirkan, nilai-nilai Pancasila semakin hilang dari kehidupan kita, ada kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila bahakan. Kemiskian masih merajalelah, kekerasan terjadi dimana-mana ini adalah krisis kebangsaan kita,"jelas Pdt. Gomar.

Isu yang kedua yang akan dibahas adalah Krisis Ekologi dimana saat sekarang semakin terjadi rusaknya alam, pemanasan global dan perubahan iklim. Hal ini menyebabkan kekeringan, banjir dan sebagainya.

Ketiga Krisis kesahan Gereja, dimana kata Pdt. Gomar, ditengah semangat Oekumen ada arus balik dimana konflik-konflik gereja juga terus terjadi.

Dan isu yang keempat, kata Pdt. Gomar adalah tantangan dunia digital yang merubah tatanan hidup masyarakat, merubah cara berpikir kita.

Pdt. Gomar juga mengatakan, tema yang diangkat dalam Pelaksanaan Sidang Raya PGI KE-XVII ini 'Aku Adalah Alfa dan Omega' dimana akan dibahas bahwa umat itu memaknai bahwa Allah itu masih ada. Dimana untuk menyakini kepada anak-anak atau jemaat bahwa Tuhan itu ada dari awal sampai akhir.

"Zaman ini membuat kita sekarang baik teknologi, proses digitalisasi, revolusi Industri 4 power point O itu artinya membuat kita mengantungkan kehidupan kita kepada teknologi dan globalisasi. Sehingga timbulnya pertanyaan anak-anak sekarang apakah masih ada Tuhan?, sehingga melalui tema ini kita menyakini bahwa Tuhan itu ada dari awal sampai akhir,"jelas Pdt. Gomar.

Menurut Pdt. Gomar, problem/permasalahan yang dihadapi adalah tantangan jaman ini membuat kita buta untuk melihat perbuatan Tuhan itu. Tantangan jaman ini membuat kita tidak mampu mendengar suara Tuhan.

"Sehingga dengan tema ini kita mau menyakini dan mau mengatakan bahwa Tuhan ada yang awal dan akhir, yang ada sekarang kita tetap memelihara kehidupan kita. Adalah Allah yang bertindak dalam sejarah, Allah adalah Allah yang masih berbuat dalam kehidupan kita,"tegas Pdt. Gomar.

"Saya kira peringatan dari Pak Luhut terkait gereja harus berada dalam isu-isu kekininan itu benar, gereja harus human. Masyarakat sedang berubah dengan cepat, jadi gereja harus ikut berubah dan harus waspada,"tambah Pdt. Gomar.

Menteri Luhut Binsar Panjaitan Hadiri Sidang Raya PGI KE-XVII di Waingapu, Sumba Timur

Kadis Koperindag : Hadirkan Pihak Pertamina Cari Solusi Terkait Pengaduan Pedagang Bensin Eceran

Pdt. Gomar juga mengatakan, atas dasar tema itu, tiba pada pembahasan Sub Tema, bagaimana kita mendaratkan keyakinan bahwa Tuhan itu Allah. Bahwa Allah itu ada bekerja bersama seluruh umat yang lain untuk menghadirkan nilai-nilai kerajaan Allah yakni keadilan, Kemanusiaan, kesejahteraan, dan kesetaraan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved