Terkait Penurunan Kelas, Ini Pengakuan Kepala BPJS Kesehatan Nagekeo, Yasintha Mayatrina Pawe

Terkait penurunan kelas, ini pengakuan Kepala BPJS Kesehatan Nagekeo, Yasintha Mayatrina Pawe

Terkait Penurunan Kelas, Ini Pengakuan Kepala BPJS Kesehatan Nagekeo, Yasintha Mayatrina Pawe
Pos-Kupang.Com/Gordi Donofan
Kepala BPJS Kesehatan Nagekeo, Yasintha Mayatrina Pawe 

Terkait penurunan kelas, ini pengakuan Kepala BPJS Kesehatan Nagekeo, Yasintha Mayatrina Pawe

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala BPJS Kesehatan Nagekeo, Yasintha Mayatrina Pawe, mengatakan, sampai saat ini pihaknya menerima peserta BPJS Kesehatan yang datang berkonsultasi terkait penurunan kelas akibat kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tahun 2020.

"Kalau saat ini memang ada. Tapi tidak siginifikan. Ada orang yang datang konsultasi. Kemungkinan tahun depan banyak yang mengurus penurunan kelas. Tapi belum ada," ungkap Yasintha, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (6/11/2019).

Gubernur NTT Minta Peserta Sidang MPH dan MPL Menjadi Jubir Pemerintah Promosikan Pariwisata

Ia menjelaskan selama ini ada peserta datang melakukan konsultasi dan semua peserta yang datang diberitahu syarat-syarat penurunan kelas.

Jika memang akan mengajukan permohonan penurunan kelas harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Misalkan dia datang menyampaikan atau pengajuan untuk penurunan kelas, syaratnya maksimal dia sudah terdaftar dikelas sebelumnya. Dan tidak ada tunggakan, jika menunggak dibayar lunas dulu baru dibisa pindah kelas atau turun kelas. Peserta BPJS Kesehatan yang mengajukan penurunan kelas wajib membawa KTP, Kartu Keluarga, Buku Rekening Bank BRI atau BNI untuk wilayah Nagekeo dan kita akan proses ke Bank yang bersangkutan," ujarnya.

Bupati Sunur Menilai Kepala Desa Masih Takut Menggunakan Dana Desa

Ia mengatakan sejak awal tahun 2019 sudah diterapkan mekanisme pembayarana auto debet. Sehingga mempermudah pembayaran.

"Terus kita juga saat ini pembayaran iuran dengan mekanisme auto debet. Jadi peserta yang terdaftar sejak awal 2019 otomatis menggunakan mekanisme auto debet. Memang harus menggunakan auto debet dan itu sudah diimplementasikan. Sedangkan peserta BPJS yang mendaftar sebelum tahun 2019, mereka datang penurunan kelas kita minta lagi buku rekening BRI dan BNI untuk wilayah Nagekeo, Kartu keluarga, KTP dan serta mengisi form data auto debet. Mereka tidak lagi ke bank. Kami yang bantu proses. Sampai saat ini masih ada yang belum auto debet. Kita upayakan agar semuanya auto debet," ungkapnya.

Ia menyebutkan terkait data yang mengajukan penurunan kelas itu dikeluarkan di BPJS Cabang Ende. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved