Pasar Kasih Naikoten Kian Padat dan Memrihatinkan Warga Minta Pemkot Kupang Segera Benahi

Lokasi Pasar Kasih Naikoten kian padat dan memrihatinkan warga minta Pemkot Kupang segera benahi

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kondisi terkini pasar Kasih Naikoten Kota Kupang, Selasa (5/11/2019). 

Lokasi Pasar Kasih Naikoten kian padat dan memrihatinkan warga minta Pemkot Kupang segera benahi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kondisi pasar Kasih Naikoten, Kota Kupang kian padat dan memprihatinkan. Sejumlah warga pembeli yang diwawancarai POS-KUPANG.COM meminta agar Pemerintah Kota Kupang segera membenahi tata kelola pasar tersebut.

Salah seorang pembeli yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, dirinya kesulitan berbelanja di pasar Naikoten lantaran jalan di dalam pasar kian sempit, becek dan kendaraan besar maupun kecil bebas berlalu lalang.

Untuk Formasi Tenaga Teknis yang Dibutuhkan di Mabar Dalam Testing CPNS 2019, Ini Rinciannya

"Ini buat kita pembeli sangat tidak nyaman. Kita bahkan nyaris bertabrakan dengan pejalan kaki bahkan dengan kendaraan. Sudah terlalu padat, jadi sebaiknya Pemkot Kupang segera benahi pasar ini," ujarnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa (5/11/2019) ditemukan ada beberapa soal yang membuat warga pembeli resah.

1. Kondisi Jalan di dalam Pasar

Jalan di dalam pasar berlubang dan becek. Jalan kian sempit lantaran para pedagang menggelar dagangan mereka hingga ke badan jalan.

Ahmad Dhani Segera Bebas, Ini Rencana Mulan Jameela Sambut Mantan Suami Maia Estianty Itu

2. Truk, Motor dan Gerobak Bikin Macet

Kendati jalan di dalam pasar sempit, namun gerobak, motor dan bahkan truk nekat masuk ke dalam pasar sehingga membuat macet. Warga pembeli mengaku aktivitas mereka sangat terganggu.

3. Lahan Parkir Sempit

Lahan parkir di dalam pasar tidak cukup menampung kendaraan para pembeli sehingga sebagian besar pembeli berkeliling di dalam pasar dengan kendaraan mereka.

4. Sampah

Sejumlah pedagang masih membuang sampah di sembarang tempat. Mereka lebih memilih membuang sampah di belakang lapak mereka. Berbagai jenis sampah seperti makanan, potongan sayuran, plastik dan lain-lain berserakan dan mengeluarkan bau menyengat.

5. Pedagang Campur Aduk

Menyusuri setiap sudut pasar Naikoten, tampak tidak ada pembagian atau tata kelola yang jelas. Pedagang pakaian, sayur, ikan, beras, hewan dan lain-lain jualan berdampingan.

6. Aktivitas Bongkar Muat Barang

Hal lain yang membuat pasar Naikoten padat dan macet yakni aktivitas bongkar muat truk-truk pengangkut yang bebas melakukan bongkar muat di mana saja.

Pasar Oebobo Sepi Aktivitas Jual Beli

Berbeda dari pasar Naikoten, pasar Oebobo malah sepi aktivitas jual beli. Para pedagang pun tampak lebih banyak bersantai di lapak mereka masing-masing.

Sejumlah lapak kosong sehingga digunakan oleh para pedagang untuk berbaring atau bermain kartu.

Salah seorang pedagang kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, pasar Oebobo memang sepi namun mereka terpaksa bertahan demi menyambung hidup.

"Yah tentunya kami sangat berharap pasar-pasar di Kota Kupang ini diatur dengan baik, sehingga aktivitas jual beli tidak hanya menumpuk di satu atau dua pasar saja sehingga peredaran uang juga bisa merata," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved