Bank Indonesia dan OJK Gandeng Kemenkeu Peringati Hari Oeang, Bahas Tiga Agenda Penting

Pihak Bank Indonesia dan OJK gandeng Kemenkeu Peringati Hari Oeang, bahas tiga agenda penting

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala Kantor OJK NTT, diwakili Wakil Kantor OJK NTT, I Wayan Sadnyana memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Oeang ke-73 di Lantai VI Gedung Kantor Keuangan Negara, Rabu (30/10/2019). 

Pihak Bank Indonesia dan OJK gandeng Kemenkeu Peringati Hari Oeang, bahas tiga agenda penting

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- BI dan OJK menggandeng Kementerian Keuangan Negera, memperingati Hari Oeang ke-73 di Lantai VI Gedung Kantor Keuangan Negara, Rabu (30/10/2019).

Pada acara ini dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu Launching NTT PADAR "Peduli dan Sadar Rupiah", Diseminasi Perkembangan Ekonomi NTT Terkini dan Perkembangan Sektor Jasa Keuangan dan Edukasi Perlindungan Konsumen.

Ratusan Penari Kolosal Tia Raga Meriahkan Pembukaan Festival Riung di Flores

Hadir pada acara ini Asisten II Setda Provinsi NTT, Samuel Rebo, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan RI Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana, Wakil Kepala Kantor OJK, I Wayan Sadnyana, Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus, Para pimpinan OPD, Perbankan, BUMN dan BUMD, Para Ketua Asosiasi Dunia Usaha, Perwakilan Perguruan Tinggi, Akdemisi dan Regional Ekonomi di NTT.

Kepala Kantor OJK NTT, diwakili Wakil Kantor OJK NTT, I Wayan Sadnyana, pada sambutannya, menyampaikan, pada triwulanan ini sedikit berbeda.

Biasanya hanya melibatkan KPw BI dan OJK. Tapi hari ini juga menggandeng Kementerian Keuangan Negara Provinsi NTT untuk memperingati Hari Oeang ke-73.

Sigap, Satgas Yonif 132/BS Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Motor

Ia mengatakan bahwa setiap bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan sehingga seluruh LJK diharapkan dapat berkontribusi mendukung dan menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan.

Ia mengatakan OJK juga menginisiasi program One Student One Account (OSOA) sebagai bagian kampanye dari program Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus.

Seperti yang telah dilaksanakan pada dua triwulan sebelumnya, lanjut Wayan, kegiatan pertemuan rutin dengan media merupakan program kerja OJK yang bekerjasama dengan KPw BI Provinsi NTT.

Selain sebagai ajang silaturahmi antar instansi juga bertujuan untuk memberikan informasi mengenai isu-isu strategis tentang perkembangan dan outlook perekonomian daerah, juga pemaparan perkembangan Lembaga Jasa Keuangan di Provinsi NTT serta isu-isu terkait tugas OJK dalam memberikan perlindugan konsumen.

"Kali ini dengan menggandeng Kementerian Keuangan Provinsi NTT, tentunya rekan-rekan media dapat mengelaborasi informasi yang didapat pada hari ini untuk diteruskan kepada masyarakat luas melalui pemberitaan masing-masing media," ujarnya.

Berbicara mengenai perekonomian NTT, secara singkat, Wayan sampaikan bahwa Perekonomian Provinsi NTT pada triwulan II 2019 mengalami akselerasi sebesar 6,36% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2019 sebesar 5,45% (yoy) dan nasional sebesar 5,05% (yoy).

Sementara itu, lanjutnya, inflasi Provinsi NTT pada triwulan II 2019 masih relatif terkendali yakni sebesar 1,35% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan I 2019 sebesar 2,12% (yoy) serta di bawah nasional sebesar 3,28% (yoy).

Ia menyebutkan dalam hal intermediasi lembaga jasa keuangan guna peningkatan perekonomian, kredit perbankan di NTT posisi 4 Agustus 2019 mencapai Rp31,9 triliun, tumbuh sebesar 13,54% (yoy) dan 9,19% (ytd), dengan rasio NPL masih terjaga di bawah 5% yakni berada di angka 2,42%, menurun dari tahun sebelumnya sebesar -0,17%.

Menurut laporan perekonomian Bank Indonesia terbitan bulan Agustus 2019, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi NTT triwulan IV 2019 diperkirakan pada kisaran 5,15% - 5,55% (yoy) meningkat dibandingkan kisaran triwulan III 2019, didorong oleh kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan ekspor luar negeri, serta dari sisi lapangan usaha yang didorong oleh perdagangan besar dan eceran.

Sejalan dengan hal tersebut, kata Wayan, hingga Agustus 2019, intermediasi berupa pemberian kredit bagi sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi ke dua tertinggi mencapai Rp 7,7 Triliun dengan share 24,31% dari total kredit keseluruhan, dan rasio NPLnya masih terjaga di angka 0,18%. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved