Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo: Kritik DPRD Disimpan di Bejana Emas, Pujian Buang di Sampah

Kata Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (Robi Idong): kritik DPRD disimpan di bejana emas, pujian buang di sampah

POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Ketua PN Maumere, Johnicol RF Sine, S.H, mengambil sumpah pmpinan DPRD Sikka, Selasa (29/10/2019) di ruang sidang DPRD Sikka, Kota Maumere, Pulau Flores. 

Kata Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (Robi Idong): kritik DPRD disimpan di bejana emas, pujian buang di sampah

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, melontarkan dinamika relasi DPRD dan Bupati. Ia mengajak DPRD mengkritiknya secara proporsional daripada memujinya.

"Kritikan, saya akan simpan sebaik-baiknya dalam bejana emas. Itu (kritik) bagus. Tetapi, kalau pujian saya akan buang ke keranjang sampah," tandas Roby Idong, sapaan Fransiskus Roberto, dalam sambutan lisan pelantikan pimpinan DPRD Sikka, Selasa (29/10/2019).

Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo Titip Anaknya Kepada Penerusnya ST Burhanuddin, Ini Pesannya

Roby, mengakui kedekatan pribadi dengan tiga pimpinan DPRD. Ketua DPRD, Donatus David, S.H, merupakan Sekretaris DPC PDIP Sikka, dimana Roby menjabat Ketua DPC PDI sejak beberapa bulan lalu.

Wakil Ketua I, Yosef Karmianto Eri, S.Fil, diakui Roby bersamanya dalam Pemilukada bulan April 2019 mengantar paket independen bersama Wakil Bupati, Romanus Woga, memenangkan pemilihan.

"Wakil Ketua DPRD, saudara Manto sebagai adik saya, dia bersama-sama dengan saya dalam Pemilukada. Dia mendukung saya, tapi itu hak dan kekebasan dia," kata Roby.

Dicari Polisi di NTT, Kepala Desa Penganiaya Gadis 16 Tahun Diduga Kabur ke Timor Leste

Namun, dalam kerja-kerja ke depan, perjuangan kepentingan rakyat Sikka menjadi utama. Tidak berarti karena dekat bupati semuanya beres.

Wakil Ketua II, Gorgonius Nago Bapa, diakui Roby, justru lebih dekat lagi. Pak Us (Sapaan Gorgonius Nago Bapa) mendorongnya terjung di gelanggang politik Sikka. Dulu, Pak Us menjadi jurkam paket Abdi yang belum menang.

Roby justru minta DPRD Sikka mempertahankan kebebasan mengeritik. Kalau bupati salah babat saja. Kita apa adanya. Tujuan kita satu membangun nian tanah lebih baik. Sikka harus beda dari kabupaten lain di NTT.

"Yang sudah dilakukan selama ini kita pertahankan. Saya buka diri dalam dinamika politik," ajak Roby.

Roby menegaskan, Bupati dan Wabup Sikka tak punya niat membentuk blok-blok. Tidak bagus, kita berproses secara profesional dengan argumentasi yang rasional.

"Saya harapkan kita tingkatkan ruang silahturahmi membangun keterbukaan daerah dan menyatukan pemahaman yang lebih baik. Jangan ada saling curiga, akan repot daerah ini mau dibawa ke mana," pinta Roby. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved