Wagub NTT Irup Hari Sumpah Pemuda Tingkat Provinsi NTT, Jangan Suka Bedakan Suku dan Agama

Hadir pada upacara ini, unsur Forkopimda NTT, pimpinan OPD Lingkup Provinsi NTT, ASN, TNI,Polri dan perwakilan siswa.

Wagub NTT Irup Hari Sumpah Pemuda Tingkat Provinsi NTT, Jangan Suka Bedakan Suku dan Agama
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Wagub NTT, Josef A. Nae Soi 

Wagub NTT Irup Hari Sumpah Pemuda Tingkat Provinsi NTT, Jangan Suka Bedakan Suku dan Agama

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi bertindak sebagai inspektur upacara (irup) pada upacara peringatan ke -91 Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi NTT di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (28/10/2019).

Hadir pada upacara ini, unsur Forkopimda NTT, pimpinan OPD Lingkup Provinsi NTT, ASN, TNI,Polri dan perwakilan siswa.

Semua peserta upacara mengenakan motif tenun ikat,kecuali TNI,Polri, Satpol PP dan beberapa siswa.

Upacara Hari Sumpah Pemuda tahun 2019 ini mengambil tema Bersatu kita maju.

Saat itu, Wagub Josef sebelum membacakan sambutan Menpora RI, Josef menyampaikan kabar gembira bahwa NTT ditetapkan sebagai destinasi wisata terbaik di dunia dari 10 negara.

"Hasil ini, selain memberi kebanggaan bagi kita,juga sebagai tantangan bagi NTT," kata Josef.

Menurut Josef, dirinya sudah berkomunikasi dengan Menpora agar dalam membacakan sambutan, selain membacakan sambutab tertulis Menpora ,dirinya juga akan menambahkan beberapa hal berkaitan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Dalam sambutan itu, Menpora RI, Zainudin Amali mengatakan, pemuda maju itu memiliki karakter, insipirasi tahan dan unggul menghadapi tantangan dunia.

"Pemuda adalah masa depan bangsa megara dan harapan bagi dunia.Saya percaya kedepan akan muncul tokoh-tokoh yang mendunia, " kata Zainudin.

Saat itu, Wagub Josef mengatakan termasuk tokoh pemuda asal NTT.

Josef juga saat itu meminta agar di NTT tidak boleh membeda-bedakan suku dan agama.

Tak Punya Gedung Sekolah, SMAN 1 Adonara Timur Apel Sumpah Pemuda di Tengah Aktivitas Pasar

TRIBUN WIKI : Menguji Adrenalin di Spot Wisata Baru Cunca Jami Labuan Bajo

"Tidak boleh ada istilah agama, suku dan lainnya. Saya dan pak Viktor sudah punya komitmen agar tidak membeda-bedakan agama,suku. Siapa yang berkompetensi, berintegritas itu yang kami dipilih," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved