Pemprov NTT Somasi Pos Kupang Soal Berita Gubernur Viktor Laiskodat

Dengan itikad baik, redaksi Pos Kupang telah menarik pemberitaan, dan menghapusnya dari portal online Pos-Kupang.com, sehingga tidak bisa lagi diakses

Pemprov NTT Somasi Pos Kupang Soal Berita Gubernur Viktor Laiskodat
Dok Pos Kupang
Pos Kupang menggelar talkshow yang dikemas dalam even Baomong Asik dengan Keynote Speaker Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Rabu (21/2/2019). 

POS-KUPANG.COM - Kepala Biro Hukum Pemprov Nusa Tenggara Timur Alexon Lumba mengirim surat somasi kepada online Pos-Kupang.com, Sabtu (26/10/2019). Alexon menyatakan keberatan atas berita berjudul berita "Batal Menteri, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kesal, Paksa Kabiro & Staf Squat Jump Ditonton Tamu" yang diunggah pada 24 Oktober 2019.

Somasi bernomor HK.03.5/458/2019 tertanggal 25 Oktober 2019 ditujukan kepada Pemimpin Redaksi Harian Umum Pos Kupang/online Pos-Kupang.com, diterima redaksi, Sabtu pada sore hari sekira pukul 15.10 Wita.

"Bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur/Gubernur Nusa Tenggara Timur (kuasa hukum Pemerintah NTT), menyampaikan somasi sehubungan dengan pemberitaan media online Pos-Kupang.com dengan topik berita "Batal Menteri, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kesal, Paksa Kabiro & Staf Squat Jump Ditonton Tamu"," tulis Alexon.

Menurut Alexon, isi pemberitaan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum yang telah menimbulkan kerugian materiil dan imateriil.

"Oleh karena itu saudara harus menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur melalui media cetak dan media elektronik lokal maupun nasional selama 7 (tujuh) hari berturut-turut setelah menerima surat somasi ini," demikian tulis Alexon.

Berita Sudah Dihapus

Pemimpin Redaksi Pos Kupang Hasyim Ashari, mengatakan berita berjudul "Batal Menteri, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kesal, Paksa Kabiro & Staf Squat Jump Ditonton Tamu", telah dihapus.

"Dengan itikad baik, redaksi Pos Kupang telah menarik pemberitaan, dan menghapusnya dari portal online Pos-Kupang.com, sehingga tidak bisa lagi diakses," ujar Hasyim.

Menurut Hasyim, fakta dalam berita tersebut memang tidak saling berkait. Pembentukan Kabinet Indonesia Maju, tidak ada hubungannya dengan tindakan gubernur memerintahkan Kepala Biro dan staf melakukan squat jump.

"Pemberitaan ini tidak bermaksud menyerang kehormatan siapa pun, juga tidak punya itikad buruk. Ini semata-mata akibat kekurangtelitian penjudulan. Oleh karena judul beritanya menganggu dan mengakibatkan ketidaknyamanan atau merugikan, saya mohon maaf kepada Gubernur NTT dan jajaran," kata Hasyim. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved