PNS Cantik Dibunuh Dicor dan Dimasukan Paksa dalam Kubur, Hilang 17 Hari Pelakunya Rekan Sendiri
PNS Cantik Dibunuh Dicor dan Dimasukan Paksa dalam Kubur, Hilang 17 Hari Pelakunya Rekan Sendiri
Namun entah apa yang terjadi, pada Rabu 15 Oktober 2019, Yohan Sinaga ditemukan tewas gantung diri di rumah tua mereka itu.
Dalam surat wasiatnya, Yohan Sinaga meminta salah seorang keluarganya untuk meneruskan misinya, membunuh ayahnya, Antonius Sinaga.
Bagaimana kronologis kasus pembunuhan yang dilakukan Antonius Sinaga terhadap istrinya, Yance Suni?
Tahun 2012 lalu, anak-anak Yance Sunis Sinaga (36) kehilangan ibunya.
Ia Yance Sunis Sinaga (36) istri dari Antonius Sinaga, warga RT 04/RW 01, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Ia Yance dibunuh oleh suaminya sendiri Antonius Sinaga (42).
Antonius Sinaga, yang membunuh Yance Suni, istrinya dengan cara mencor hidup-hidup istrinya di lubang WC, 7 tahun kemudian anaknya, Yohan Sinaga gantung diri (pk/ben)
Ia Yance Sunis dan Antonius Sinaga adalah orangtua dari Yohan, siswa SMP yang ditemukan gantung diri di rumah tua mereka, Rabu (15/10/2019) pagi.
Ia Yance Sunis dihabisi Senin (29/10/2012), dan jenasahnya dikuburkan di samping rumah pelaku.
Pelaku Antonius Sinaga mencor hidup-hidup istrinya di WC yang ada di belakang rumah mereka.
Terungkapnya kasus pembunuhan itu setelah anak korban bernama Nanda, menceritakan tentang menghilangnya Yance Sunis Sinaga kepada kaka kandung korban, Yosina Sunis.
Seperti yang diceritakan Nanda bahwa ibunya sudah menghilang dari rumah sejak tanggal 29 Oktober 2012 hingga kini belum kembali.
Hilangnya Yance Sunis Sinaga, sempat ditanyakan oleh Nanda kepada ayahnya Antonius Sinaga (pelaku-red).
Namun pelaku, malah meminta anaknya tidak mencari ibunya karena korban sudah pergi dan tidak akan kembali lagi.
Ia Nanda juga mencurigai adanya bau tak sedap dari dalam lubang yang baru digali oleh pelaku yang hendak peruntukan untuk WC.
"Setelah Nanda menceritakan hal itu lalu dikaitkan dengan munculnya bau tak sedap dari dalam lubang sehingga kami memberanikan diri melaporkan kasus hilangnya korban ke Polres Kupang Kota dan meminta menggali lubang sumber bau tersebut," kata Yosina Sunis kepada wartawan di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (20/11/2012).