TERUNGKAP! Dokter Eksekutor yang Diduga Memutilasi Wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Arabia
TERUNGKAP! Dokter Eksekutor yang Diduga Memutilasi Wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Arabia
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Dalam berbagai kolom opininya itu, Khashoggi mengecam kebijakan domestik Negeri Petrodollar dan kebijakan luar negerinya terhadap Qatar dan Kanada, perang di Yaman, dan penindasan terhadap perbedaan pendapat dan media di kerajaan.
Misalnya, kolom opini terakhir yang ditulis oleh Jamal Khashoggi untuk The Washington Post dengan judul "What the Arab world needs most is free expression" mengkritik terbendungnya kebebasan berekspresi di Negeri Petrodollar dan 'Negara Arab' lain yang bertetangga.
Kemudian, pada 11 September 2018, Khashoggi menulis kolom untuk The Washington Post berjudul "Saudi Arabia’s crown prince must restore dignity to his country — by ending Yemen’s cruel war", sebagai bentuk kritik dan desakannya terhadap Pangeran MBS agar segera menghentikan Perang di Yaman--yang disulut oleh sang putra mahkota pada 2014.
Sementara itu, pada 20 Maret 2018, Khashoggi menulis kolom berjudul "Why Saudi Arabia’s crown prince should visit Detroit", di mana ia mengkritik Pangeran MBS karena melakukan penelantaran pembangunan dalam negeri dan membuat kota-kota di Saudi yang tak bertumbuh alias mandeg.
Kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch juga berpendapat sama dengan The Post terkait alasan mengapa Khashoggi dipersekusi oleh Saudi.
"Ini merupakan eskalasi lain dari pemerintahan Pangeran Muhammad bin Salman yang menindas para pembangkang dan pengkritik yang bersikap damai," kata Sarah Leah Whiteson, direktur Human Rights Watch Timur Tengah.
Sedangkan, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, mengatakan bahwa calon suaminya itu "tidak disukai oleh negaranya sendiri."
"(Sebelum masuk ke konsulat) ia sempat khawatir untuk masuk. Bagaimana bisa nyaman apabila ia tidak disukai oleh negaranya?" kata Cengiz kepada The Post.
Di sisi lain, Mohammed Yehia, produser BBC Arabic, mengatakan bahwa klaim tentang 'ketidaksukaan Saudi terhadap Khashoggi' dan 'tuduhan bahwa Khashoggi dibunuh oleh Saudi' merupakan plot konspirasi yang dirancang oleh "negara-negara yang tak suka dengan Arab Saudi."
* Kasus Pembunuhan Jurnalis Arab Jamal Khashoggi, Tim Pembunuh Sempat Berdiskusi Cara Membawa jenazah
Sesaat sebelum jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi datang, Maher Abdulaziz al-Mutreb sempat bertanya kepada dokter forensik Salah Mohammed Tubaigy.
Dalam transkrip rekaman yang dipaparkan oleh pakar PBB Agnes Callamard, Mutreb bertanya kepada Tubaigy bagaimana caranya membawa jenazah Khashoggi.
"Sendinya bisa dipisahkan. Itu bukan masalah besar," kata Tubaigy dikutip Al Jazeera Kamis (20/6/2019). Tubaigy menjelaskan, tubuh Khashoggi berat.
"Pertama, saya akan memotongnya. Jika kita membawa kantong plastik dan memotongnya jadi beberapa bagian, kita membungkus dan membawanya," ujar Tubaigy dalam laporan itu.
Dalam laporan itu, pukul 13.15, Khashoggi pun sampai di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.
Dia kemudian dibawa ke ruang Konsul Jenderal di lantai dua.
Di sanalah, terjadi percakapan di mana Khashoggi sempat ditanyakan apakah dia berniat kembali ke Saudi, yang kemudian dijawab dia bakal melakukannya di masa depan.
Dia kemudian diberi tahu dia bakal kembali pulang.
"Kami datang untuk membawa Anda," ujar sebuah suara. Mutreb kemudian Khashoggi untuk mengirim pesan kepada anaknya.
"Anak yang mana? Apa juga yang harus saya bilang kepada anak saya? Sampai bertemu kembali? Saya tentu tak bisa berkata saya diculik, bukan?" jawab Khashoggi.
Jurnalis Washington Post itu kemudian diminta melepas jaketnya.
"Bagaimana mungkin ini terjadi di kedutaan? Saya tidak akan menulis apapun," ujarnya.
Kemudian salah seorang dalam tim pembunuh itu mendesak Khashoggi supaya mengirim pesan kepada putranya. Jika tidak, Khashoggi bakal tahu bagaimana nasibnya.
Lalu pada pukul 13.33, jurnalis 59 tahun itu menyadari adanya handuk.
"Apakah kalian akan memberi obat?" tanyanya.
"Kami akan membius engkau," jawab tim itu. Kemudian selama tujuh menit, terdapat suara pergumulan yang ditafsirkan oleh para pakar intelijen sebagai Khashoggi mengalami sesak napas menggunakan tas.
Berdasarkan penilaian pada rekaman itu, intelijen memprediksi Khashoggi disuntik menggunakan obat penenang. Kemudian dia dicekik menggunakan kantong plastik. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jurnalis-arab-saudi-jamal-khashoggi-sempat-melawan-ini-transkrip-detik-detik-pembunuhannya.jpg)