Jumat, 17 April 2026

TERUNGKAP! Dokter Eksekutor yang Diduga Memutilasi Wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Arabia

TERUNGKAP! Dokter Eksekutor yang Diduga Memutilasi Wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Arabia

kompas.com
Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi Sempat Melawan, ini Transkrip Detik-detik Pembunuhannya 

Laporan middleeasteye.com pekan lalu, menyebutkan Jamal Khasoggi memang telah dibunuh. Laporan penelusuran itu ditulis jurnalis David Hearst, diperoleh dari sumbernya di Turki.

Pembunuhan Jamal Khasoggi dilakukan sebuah tim yang khusus didatangkan dari Arab Saudi, dan jejak pembunuhan langsung dilenyapkan, termasuk jasad Jamal.

"Kami tahu kapan Jamal terbunuh, di ruang mana ia dibunuh, lalu di ruang mana jasadnya dilenyapkan. Jika tim forensik diizinkan masuk, mereka tahu ke mana harus mencari," kata sumber yang dikutip Hearst.

Sedangkan media Daily Sabah, menyebutkan ada 15 sosok yang terdeteksi masuk ke Istanbul sebelum Jamal hilang. Salah seorang intel itu bernama Maher Abdulaziz M Mutreb. Ia dikenali sebagai salah seorang pejabat intelijen di bawah kontrol Pangeran Mohammed.

Masih menurut Daily Sabah, otoritas Turki menyelidiki dua pesawat jet pribadi yang mendarat di Istanbul sebelum Jamal hilang.

Pesawat itu membawa 15 orang, yang diduga terkait dengan hilangnya Jamal Khasoggi. Ada dugaan Jamal dibawa keluar Istanbul menggunakan pesawat itu juga.

Rombongan itu check-in ke sebuah hotel, diduga Movenpick Hotel, di dekat konsulat sebelum memasuki gedung konsulat saat Jamal Khasoogi ada di dalam bangunan tersebut.

 
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Inilah Sang 'Dokter Maut', yang Diduga Memutilasi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Arabia

Alasan Jamal Khashoggi Dibunuh

Surat kabar The Washington Post mengindikasikan bahwa Khashoggi, yang merupakan salah satu kontributor seniornya untuk isu kawasan Timur Tengah, dipersekusi lantaran kritik kerasnya terhadap Arab Saudi, terkhusus, pemerintahan Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Di samping itu, The Post juga menyebut bahwa Khashoggi, "sejak lama merupakan mantan orang dalam di struktur kemapanan pemerintahan Arab Saudi" dan "dekat dengan lingkaran kekuasaan monarki Arab Saudi".

Ia juga pernah bekerja sebagai redaktur media Saudi yang terafiliasi dekat dengan Riyadh dan pernah menjadi penasihat bagi Badan Intelijen Saudi "guna membujuk Osama bin Laden untuk menyelaraskan diri dengan monarki" pada tahun 1980-1990-an. Meski begitu, ia menolak paham Wahabisme, yang kental terasosiasi di media Negeri Petrodollar dan pada Bin Laden.

Oleh karenanya, The Post menilai bahwa kritik yang datang dari Khashoggi terhadap Arab Saudi dianggap "membahayakan" oleh para petinggi monarki, karena, ia dipandang bak pembelot yang buka suara soal aib di dalam negaranya sendiri.

Khashoggi sendiri telah mengasingkan diri ke AS sejak akhir 2017--bertepatan ketika Pangeran MBS memulai persekusi massal terhadap figur top di lingkungan monarki yang berseberangan dengan kebijakannya.

Sejak akhir 2017, ia mulai aktif menulis kolom untuk The Washington Post, yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintahan Pangeran MBS--yang kini menjadi pemimpin de facto Arab Saudi.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved