TERUNGKAP! Dokter Eksekutor yang Diduga Memutilasi Wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Arabia
TERUNGKAP! Dokter Eksekutor yang Diduga Memutilasi Wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Arabia
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, Mohammaed al Otaibi menyaksikan keseluruhan kejadian itu, dan sempat memperingatkan agar penyiksaan tak dilakukan di komplek konsulat. Namun Otaibi diancam untuk tidak bertindak aneh-aneh.
Saat Jamal pingsan itu, Tubaigy dibantu sejumlah eksekutor memutilasi tubuh Jamal untuk menghilangkan jejak keberadaan kritikus tajam rezim Raja Salman dan Putra Mahkota yang bermukim di AS itu.
Tubaigy sempat meminta para eksekutor bekerja cepat, memasang headphone di telinga dan menyalakan musik saat bekerja. Cerita ini disitir Daily Mail, Kamis (18/10/2018), mengutip laporan Middle East Eye dan media pro-pemerintah di Turki.
Dua hari lalu, pejabat Turki yang enggan disebutkan jati dirinya menyatakan, bukti pasti wartawan Jamal Khasoghi dibunuh di Konsulat Saudi Arabia, telah didapatkan para penyelidik.
Namun demikian bukti apa yang ditemukan, pejabat itu enggan mengungkapkannya. Bukti didapat dari penyelidilan forensik selama 9 jam di dalam komplek Konsulat Saudi di Istanbul, Selasa (16/10/2018) WIB.
Presiden Turki Tayyip Erdogan sebelumnya mengemukakan ada jejak nyata beberapa lokasi yang diduga kuat tempat Khadoggi disiksa dan dibunuh di dalam konsulat, telah dicat ulang belum lama ini.
Penyelidik Turki telah memeriksa rumah tinggal konsul Saudi. Hasil penyelidikan awal menyebutkan, ada dua kendaraan mencurigakan keluar dari konsulat, dua jam setelah Khasoghi masuk ke konsulat tersebut.
Kedua kendaraan jenis van berkaca gelap itu bergerak menuju rumah tinggal konsul dan parkir cukup lama di lokasi tersebut. Diduga kendaraan itu membawa jasad Khasoggi yang telah dimutilasi.
Konsul Saudi Mohammed Al Otaibi telah meninggalkan Istanbul, beberapa jam sebelum penyelidik Turki memasuki rumah dinasnya. Otaibi naik pesawat komersial, konon pulang ke Riyadh.
Menlu AS Mike Pompeo telah bertemu Raja Salman dan Pangeran Mohammad bin Salman di Riyadh. Pompeo khusus datang ke Saudi guna membahas perkembangan kasus Khasoggi. Ia juga mampir di Ankara, bertemu Presiden Erdogan dan Menlu Mesut Cavosuglu.
Washington sejauh ini berusaha keras menjaga sikap dan keputusannya terhadap Saudi, sekutu terdekat AS di jazirah Arab. Presiden Trump sebelumnya mengancam AS bisa menjatuhkan sanksi keras ke Saudi jika terlibat pembunuhan tersebut.
Ancaman Trump direspon keras pejabat tinggi kerajaan di Riyadh. Saudi siap menyambut sanksi AS dan akan membalas dengan berbagai kejutan yang bisa mengguncang Washington.
Terkait kasus Jamal Khasoggi, pihak Riyadh masih terus menyangkal terlibat. Mereka menyatakan, tuduhan keterlibatan Saudi dalam hilangnya Khasoggi tidak berdasar. Namun kedatangan Pompeo disebut telah mengubah sikap Riyadh.
Pemerintah Saudi menyiapkan laporan yang akan mengonfirmasi peristiwa yang menimpa Jamal Khashoggi sebagai sebuah kekeliruan di lapangan, dan tidak ada perintah maupun sangkutpaut dengan kebijakan penguasa Riyadh.
Kesalahan akan ditimpakan ke sejumlah orang yang tidak mungkin lagi menghindari bukti-bukti yang telah didapatkan penyelidik Turki. Jamal akan diumumkan memang meninggal di komplek konsulat Saudi di Istanbul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jurnalis-arab-saudi-jamal-khashoggi-sempat-melawan-ini-transkrip-detik-detik-pembunuhannya.jpg)