Kasus Pengrusakan Rumah di Desa Oepuah TTU, Kasat Reskrim Mengaku Sudah Terima Laporan Korban

Kasus Pengrusakan rumah di Desa Oepuah TTU, Kasat Reskrim mengaku sudah terima laporan korban

Kasus Pengrusakan Rumah di Desa Oepuah TTU, Kasat Reskrim Mengaku Sudah Terima Laporan Korban
ISTIMEWA
Kondisi rumah korban usai dilempari oleh sekelompok orang di Desa Oepuah, Minggu (20/10/2019). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa kronologis kejadian bermula ketika pada, Minggu (20/10/2019) sekira pukul 20:30 Wita, korban dan Brando Sonbiko beserta sepuluh orang lainnya sedang duduk bersama.

Mereka duduk dan berdiskusi terkait dengan proses pemilihan legislatif beberapa bulan yang lalu. Tiba-tiba saat itu, Brando Sonbiko mengatakan kepada korban bahwa tidak apa-apa jika korban tidak mencoblos dirinya pada saat pemilu kali lalu.

Pada saat itu Brando Sonbiko mengatakan, meski korban tidak memilih dirinya, saat ini dirinya sudah menjadi anggota DPRD Kabupaten TTU.

Brando Sonbiko juga mengatakan bahwa saat ini dirinya sudah tidak membutuhkan orang Kution yang ada di Kaubele. Dirinya hanya membutuhkan orang Kution yang ada di Unino. Akhirnya, korban menegur Brando Sanbiko.

Korban lalu mengatakan kepada Brando Sanbiko bahwa tida boleh mengatakan hal itu karena yang ia bicarakan tersebut masih berstatus keluarga. Selanjutnya Brando Sonbiko lalu menunjuk ke korban sambil berkata bahwa yang korban katakan itu karena dalam konidsi mabuk.

Sat itu juga korban menangis, dan di ketahui oleh anak korban. Karena melihat keadaan ayahnya menangis anak korban yang bernama Melki mendatangi Brando Sanbiko dan bertanya kenapa sampai terjadi masalah sampai ayahnya menangis.

Brando Sanbiko menjawab bahwa tidak ada masalah apa-apa antara dirinya dengan korban, namun pada saat itu antara dirinya dan korban dalam keadaan mabuk.

Namun pada saat itu Brando Sanbiko menawarkan ke anak korban untuk berkelahi. Tawaran Brando Sanbiko tersebut memicu aksi baku dorong antara Brando Sanbiko dengan masa.

Situasi tersebut akhirnya diatasi oleh beberapa orang tua yang di situ. Selanjutnya Korban dan anak anaknya pulang ke rumahnya.

Beberapa saat kemudian, korban tiba didepan rumahnya. Korban berhenti karena ada satu unit mobil trek yang membawa massa tiba di depan rumahnya. Saat itu, masa tersebut langsung melempari rumah korban dengan batu sampai rusak parah.

Halaman
123
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved