Mari ! Mengenal Lebih Jauh Tentang Sakura Sumba dan Nikis, Pesona Alam Yang Masih Tersembunyi

Upaya melestarikan Sakura Sumba dan Nikis tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh perencanaan yang tepat

Editor: Rosalina Woso
Kiriman Bernhard Yulizhu dari Sumba Timur untuk Pos Kupang.com
Nikis atau Bubunik atau Tengguli (Cassia fistula) ketika sedang mekar 

Beberapa Jenis Cassia Sebagai Tanaman Multiguna

Cassia adalah nama marga (genus) dari divisi tumbuhan berbunga (Magnoliophyta) yang termasuk dalam suku (family) polong-polongan (legume) Fabaceae, dan anak suku (sub-family) Caesalpinioideae.

Sebagian genus Cassia yang telah berubah nama menjadi Genus Senna. Misalnya Cassia siamea (Johar) telah berubah namanya menjadi Senna siamea dan Cassia timorensis menjadi Senna timorensis. Kebanyakan Cassia mempunyai pohon berukuran sedang yang mencapai ketinmggian 5 – 10 m

Species- species cassia yang tumbuh di NTT antara lain Johar atau Cassia siamea (kini berubah nama menjadi Senna siamea), Konji, Buni atau Bubunik (Cassia javanica), Nikis (Cassia fistula) dan Ketepeng/Tsee (Cassia alata kini berubah nama menjadi Senna alata) serta Knamok (Cassiatimorensis).

Kelima jenis tanaman ini mempunyai daya adaptasi yang sangat tinggi terhadap kekeringan bahkan tahan terhadap kebakaran. Johar (Senna siamea) sudah banyak ditanam sebagai tanaman hias di pinggir jalan di perkotaan atau sebagai sumber bahan bangunan dan kayu bakar di pedesaan di NTT.

Senna alata kebanyakan tumbuh liar biasanya dapat ditemui di pinggiran sungai di Kupang Barat atau di Takari. Bunganya juga sangat indah berwarna kuning. Cassia timorensis masih dapat dilihat di hutan semak belukar dan padang rumput baik di Timor maupun di Flores.

Pohon-pohon Cassia javanica dan Cassia fistula ini sudah jarang ditemukan bukan hanya di kawasan perkotaan Indonesia tetapi juga di pedesaan. Umumnya pohon cassia ini tidak dibudidayakan tetapi diambil dari hutan alam atau padang untuk berbagai keperluan. Khusus Cassia fistula, pohon ini semakin jarang di temukan apalagi di Flores karena sering diambil untuk keperluan bangunan adat.

Buah polong Cassia ini juga kadang sulit ditemukan di Timor kecuali di daerah terpencil karena diambil orang untuk mendapatkan ulat dalam polong sebagai obat atau sebagai umpan untuk pancing ikan. Di dalam polong Cassia javanica dan Cassia fistula sering ditemukan ulat yang dapat dimakan manusia sebagai sumber protein dan sebagai obat sariawan atau ulat ini digunakan untuk memancing ikan.

Sebagai tanaman yang sudah lama hidup di hampir seluruh wilayah NTT maka potensi pengembangan berbagai jenis Cassia sangat mungkin dikembangkan.

Namun perlu diupayakan secara serius mengenai bagaimana upaya domestikasi dengan mengembangbiakkan atau mengembangkan teknik budidaya tanaman ini. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan menyemai benih yang dikumpulkan dari alam.

Cassia bisa dimanfaatkan sebagai tanaman penghias kota-kota dan destinasi wisata di seluruh NTT. Kiranya kedepan tanaman Cassia javanica dan Cassia fistula menjadi andalan baru dalam atraksi wisata NTT.

 Klasifikasi/Taksonomi Cassia javanica dan Cassia fistula perlu ditinjau ulang karena adaperbedaan klasifikasi antara lembaga yang berbeda-beda, misalnya antara CABI, ITIS, USDA dansebagainya. Perlu ada kerjasama antar ahli taxonomi tanaman.Klasifikasi dan taxonomi Cassia javanica dan Cassia fistula kadang bercampur aduk dan memerlukan klarifikasi dari ahli-ahli taksonomi.

Ada ratusan spesies dalam Genus Cassia yang tersebar di seluruh dunia dan di berbagai wilayahatau zona iklim. Sebagian jenis-jenis Cassia digunakan sebagai tanaman hias, digunakan dalamproyek penghijauan, dan species yang berasal dari daerah gurun digunakan untuk mencegah perluasan padang gurun.

Di dalam sistem agroforestry (wanatani) tanaman ini dapat digunakan sebagaipohon pelindung. Nama Genus ini berasal dari Bahasa Yunani untuk tanaman leguminosayang daun dan polongnya bisa digunakan sebagai sumber bahan obat (pharmacy).

Jenis-jenis Cassia yang Mirip dengan Cassia Javanica

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved