Siprianus Kolo, Kades Sungkaen Divonis 18 Tahun Penjara

Siprianus Kolo, Kepala Desa Sungkaen, pelaku persetubuhan anak dibawah umur harus menerima sangsi pidana penjara yang cukup lama.

Siprianus Kolo, Kades Sungkaen Divonis 18 Tahun Penjara
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Tersangka kasus persetubuhan anak, Siprianus Kolo saat dimintai keterangan oleh JPU di Kantor Kejari TTU, Kamis (29/8/2019). 

Siprianus Kolo, Kades Sungkaen Divonis 18 Tahun Penjara

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Siprianus Kolo, Kepala Desa Sungkaen, pelaku persetubuhan anak dibawah umur harus menerima sangsi pidana penjara yang cukup lama.

Terpidana Siprianus Kolo harus mendekam di penjara selama 18 tahun, sesuai putusan vonis yang dibacakan oleh hakim Pengadilan Negeri Kelas II Kefamenanu beberapa hari yang lalu.

Siprianus Kolo divonis selama itu karena terbukti bersalah melakukan tindakan pidana persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukannya sejak tahun 2016 lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU), Bambang Sunardi kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (15/10/2019).

Bambang mengatakan, terkait dengan sidang putusan kasus yang menghebohkan warga Kabupaten TTU tersebut, vonis hakim lebih tinggi dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Terkait dengan kasus kades Sungkaen sudah putus. Tuntutan kita 16 tahun, jadi diputus lebih tinggi dari tuntutan kita, 18 tahun penjara," terangnya.

Bambang mengatakan, putusan hakim lebih tinggi dari pada JPU karena yang bersangkutan terlalu terbelit-belit dalam memberikan keterangan dan yang bersangkutan merasa seolah olah tidak melakukan persetubuhan.

"Padahal alat buktinya sudah cukup semua, orangnya ada semua. Maka hakim dengan pertimbangan itu, dia divonis lebih tinggi dari tuntutan kita," ungkapnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, salah seorang oknum Kepala Desa Sungkaen di Kecamatan Bikomi Ninulat, Kabupaten TTU, terbukti melakukan tindakan persetubuhan anak dibawah umur.

Anak dibawah umur tersebut diketahui berinisial YN dan saat ini telah berumur 17 tahun. Sedangkan pelaku persetubuhan bernama Siprianus Kolo, salah satu oknum kepala desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan kasus persetubuhan itu terjadi sekitar tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2016. Pada saat itu, YN disetubuhi oleh Siprianus Kolo sebanyak tiga kali.

Tak tau malu, oknum kades mesum itu, melakukan perbuatan tak terpuji itu di rumah jabatan kepala desa. Atas perbuatan tak terpuji tersebut, korban akhirnya mengandung anak hasil hubungan gelapnya bersama oknum kades yang seharusnya menjadi pengayom bagi YN.

Saat usia kehamilan memasuki tujuh bulan, oknum kades mesum itu lalu meminta kepada YN untuk menggugurkan janin di dalam kandungannya itu. Hal itu dilakukan lantaran merasa malu dengan masyarakat setempat.

SADIS ! Diancam Hendak Dibunuh Dengan Parang, Bunga Ditiduri Di Atas Mobil

Tipu Casis di TTU, Calo Dibekuk Anggota Polda NTT

BREAKING NEWS : Lakalantas Tunggal di Ngada Pria Asal Were Golewa Ini Tewas

Merasa malu dan tak puas dengan perbuatan oknum sang kades, YN akhirnya melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu kepada pihak kepolisian di Polres TTU pada, Rabu (27/2/2019). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved