Peredaran Narkoba di NTT Sudah Meresahkan

Maraknya peredaran dan penggunaan Narkoba di NTT kini sudah semakin meresahkan

Peredaran Narkoba di NTT Sudah Meresahkan
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Yohanes Rumat,S.E 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Maraknya peredaran dan penggunaan Narkoba di NTT sudah semakin meresahkan. Masalah ini perlu mendapat perhatian pemerintah dan semua elemen masyarakat di NTT.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat, S.E, Selasa (15/10/2019).

Menurut Yohanes, narkoba sudah terbukti merusak generasi bangsa, bahkan sudah masuk sampai pada tingkat pelajar dan mahasiswa.

Kaca Mobil ASN Manggarai Ini Hancur, Ini Kisahnya !

"Jika tidak diatasi,maka kita akan kehilangan generasi penerus bangsa. Apalagi kita sedang siap menghadapi bonus demografi," kata Yohanes.

Dia menjelaskan, adanya kasus narkoba di NTT juga karena didukung oleh letak geografis NTT, yakni bahwa wilayah NTT terletak persis di perbatasan dengan Negara Timor Leste dan Australia.

"Wilayah ini dari daya tarik wisatawannya dianggap wilayah baru dan merupakan potensial pasar narkoba. Bahkan, pintu masuk wilayah NTT lewat laut cukup terbuka dan tingkat kesulitan untuk mengawasi daerah perairan turut memberi peluang masuknya narkoba, " jelasnya.

Ketua Sinode GMIT Buka Persidangan Sinode GMIT XXXIV

Dikatakan, hal lain yang menjadi pemicu masuknya narkoba adalah banyanya jalan tikus baik daratan maupun perairan sehingga menjadi surga bagi para pedagang dan sindikat narkoba ini.

"Tentu persoalan ini oleh pemerintah, pihak keamanan dan masyarakat jangan menganggap sepelekan dan biasa saja,sebab dampak dari narkoba ini akan melanda semua masyarakat yang tergoda dengan kenikmatannya," katanya.

Dia juga mengatakan, daerah seperti Labuan Bajo, Maumere dan Sumba perlu dibangun kantor BNN, alasannya bahwa daerah-daerah tersebut sangat tarbuka dan mudah masuknya sindikat narkoba.

"Pencegahan merupakan kata kunci sebelum daerah NTT menjadi daerah tujuan penggunaan narkoba, apalagi dengan kondisi sekarang saja kita sudah sangat cemas dengan kasus -kasus ditemukannya pengedar baik orang asli NTT maupun pedatang," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved