Berusaha Kabur Setelah Meniduri Gadis 16 Tahun Hingga Hamil, Yaret Boimau Ditangkap Polisi

Berusaha Kabur setelah meniduri gadis 16 tahun hingga Hamil, Yaret Boimau Ditangkap Polisi

Berusaha Kabur Setelah Meniduri Gadis 16 Tahun Hingga Hamil, Yaret Boimau Ditangkap Polisi
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH 

Berusaha Kabur setelah meniduri gadis 16 tahun hingga Hamil, Yaret Boimau Ditangkap Polisi

POS-KUPANG.COM | SOE - Pria Yaret Boimau (21) pria asal Desa Oenino dibekuk Kapospol Oenino Aipda Mustakim Umar Tong dan Tim di rumahnya di Desa Oenino pada Minggu (13/10/2019) sore. Yaret dibekuk usai dilaporkan orang tua "Anggrek" (nama yang disamarkan) lantaran menghamili Anggrek yang baru berusia 16 tahun.

Pelaku menggunakan modus berpacaran guna bisa meniduri Anggrek. Pelaku dan korban sendiri sudah berpacaran sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Pelaku pertama kali meniduri korban pada 24 Agustus 2018 di sebuah kamar kos di wilayah Niki-Niki.

Sadis! Terbelit Tali Kapal Tanker, Rizki Fardana Paha Putus dan Usus Keluar, Simak Kronologinya

Pelaku membawa korban ke kamar kos lalu meminta korban melayani napsu bejatnya. Terbujuk rayuan manis pelaku, korban pun mau melayani napsu bejat sang pelaku.

Hubungan layak suami istri pun terus berlanjut hingga akhirnya korban hamil.

Mengetahui dirinya hamil, korban sempat meminta pertanggungjawaban Pelaku, namun pelaku menolak. Karena pelaku menolak, orang tua korban memutuskan untuk membawa masalah tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Setelah Surya Paloh, Prabowo Bertemu Cak Imin, Apa yang Dibahas? Ini Penjelasan Jazilul Fawaid

"Jadi pelaku dan korban ini berpacaran. Saat pacaran inilah pelaku meminta korban untuk melayani napsu bejatnya. Tetapi begitu korban hamil, pelaku justru tidak mau bertanggung jawab," ungkap Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari,SH.,MH kepada pos kupang.com, Senin (14/10/2019) di ruang kerjanya.

Mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi, lanjut Jamari, pelaku pun langsung kabur bersembunyi di wilayah Kabupaten Belu. Tak mau kalah dari pelaku, aparat kepolisian lalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polres Belu untuk mengamati pergerakan pelaku.

Begitu mengetahui jika pelaku kembali ke rumahnya di Desa Oenino, aparat kepolisian langsung bergerak mengamankan pelaku.

"Pelaku sempat bersembunyi di wilayah Belu sejak bulan Agustus lalu. Kemarin, Minggu pelaku kembali ke rumahnya dalam langsung dibekuk aparat kepolisian," jelasnya.

Usai dibekuk, pelaku langsung digelandang ke Mapolres TTS guna mengikuti proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomir 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku diancaman dengan hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved