Sadis! Terbelit Tali Kapal Tanker, Rizki Fardana Paha Putus dan Usus Keluar, Simak Kronologinya

Sadis! terbelit tali kapal tanker, Rizki Fardana paha putus dan usus keluar, simak kronologinya

Sadis! Terbelit Tali Kapal Tanker, Rizki Fardana Paha Putus dan Usus Keluar, Simak Kronologinya
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Petugas kapal dan keluarga sedang berada di Ruang Jenazah RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. 

Sadis! terbelit tali kapal tanker, Rizki Fardana paha putus dan usus keluar, simak kronologinya

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Seorang anak buah kapal ( ABK) Rizki Fardana (28) warga Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, nyawanya tak bisa tertolong alias meninggal dunia, akibat terbelit tali di atas kapal tanker MT. Petro Marine 2200 putus, Minggu (13/10/2019) pagi sekitar pukul 06:15 WITA.

Akibat terbelit tali kapal itu, paha pada kaki kanan korban putus hingga tali usus korban keluar.

Setelah Surya Paloh, Prabowo Bertemu Cak Imin, Apa yang Dibahas? Ini Penjelasan Jazilul Fawaid

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Victor M. T. Silalahi, SH.,MH melalui Kasubag Humas Polres Sumba Timur, Iptu I Made Murja, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG. COM di ruangan Vicom Mapolres Setempat, Senin (14/10/2019) menjelaskan, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 06:30 WITA, terjadi kecelakaan kerja di kapal Tanker MT. Petro Marine 2200 bermuatan BBM oleh korban ABK bertugas sebagai mandor kapal, Rizki Fardana, akibatnya korban meninggal dunia.

Made juga menjelaskan kronologisnya, kapal Tanker tersebut dengan pimpinan Kapten Kapal Ujo Wiyono bersama 14 cruw ABK berlayar dari Pelabuhan Maumere menuju Pelabuhan Nusantara Waingapu Depot Pertamina Kabupaten Sumba Timur. Sekitar pukul 06.00 WITA, kapal tersebut hendak berlabuh di Depot Pertamina.

Pria bernama Bripka Donald Serang tanggung biaya perbaikan Mobil Plat Merah DH 11 WU

Kemudian sekitar pukul 06:15 WITA, seluruh ABK mempersiapkan tali yang digunakan ketika kapal bersandar. Saat itu korban memegang kendali tuas yang berfungsi untuk menggulung tali.

Namun saat korban mengoperasikan tuas itu, mesin mulai beroperasi, kaki kanan korban terlilit tali sehingga korban ikut tertarik menuju putaran dari tali dan terlilit sekitar dua kali putaran. Selanjutnya Kapten Kapal langsung menginformasikan ke pihak Pertamina untuk meminta bantuan mengevakuasi korban ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pada saat korban di evakuasi dari atas kapal tanker itu, jelas Made, masih dalam keadaan hidup, namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhir alias meninggal dunia.

Made juga mengatakan, akibat kejadian itu, kaki kanan korban putus pada pangkal paha yang mengakibatkan usus korban keluar.

Dikatakan Made, Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP, melakukan pemeriksaan korban di Rumah Sakit dan mengambil keterangan dari para saksi Pujo Wijoyo dan Lilik Triatmoko.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved