Polres Belu Amankan 1.200 Liter Minyak Tanah Subsidi yang Hendak Dibawa ke Timor Leste

dirinya dibayar untuk membeli mitan pada sejumlah pedagang di Pasar Baru kemudian membawanya ke Desa Silawan dengan upah

Polres Belu Amankan 1.200 Liter Minyak Tanah Subsidi yang Hendak Dibawa ke Timor Leste
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Polres Belu amankan 1.200 liter minyak tanah yang diduga hendak diselundupkan ke Timor Leste. 

Polres Belu Amankan 1.200 Liter Minyak Tanah Subsidi yang Hendak Dibawa ke Timor Leste

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA---Unit Tipiter Satreskrim Polres Belu, NTT mengamankan 1.200 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis minyak tanah (mitan) yang hendak diselundupkan ke wilayah Timor Leste melalui Motaain.

Selain mengamankan minyak tanah, polisi juga mengamankan seorang sopir mobil inisial YWK (21) yang mengangkut ribuan liter minyak tanah tersebut. Sedangkan pemilik minyak tanah masih dalam penyelidikan polisi.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Siregar mengatakan hal itu kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolres Belu, Kamis (10/11/2019).

Dikatakannya, polisi menangkap seorang sopir mobil yang mengangkut minyak tanah bersubsidi
di Pasar Baru, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Selasa (8/10/2019) sekitar pukul 15.00 wita.

Minyak tanah dikemas dalam 60 jeriken berukuran 20 liter dimuat di sebuah mikrolet bernomor polisi DH 1849 EA. Minyak tanah tersebut akan dibawah ke Silawan dan rencananya dijual ke Timor Leste.

Awalnya polisi mendapat laporan bahwa adanya aktivitas pembelian minyak tanah dalam jumlah banyak di Pasar Baru.

"Kami mendapatkan informasi adanya pembelian mitan subsidi dalam jumlah banyak dari sejumlah pedagang di sekitar Pasar Baru Atambua. Kemudian kami langsung turun ke lokasi dan mendapati sebuah mikrolet yang memuat semua BBM tersebut," jelas Sepuh.

Lanjut Sepuh, saat di lokasi, polisi menanyakan kepada sopir mobil (mikrolet) yang mengangkut BBM tersebut berinisial YWK (21), namun sopit tidak menunjukkan surat ijin pengangkutan BBM tersebut. Oleh karena itu, polisi mengamankan sopir mobil beserta barang bukti mikrolet dan BBM ke Mapolres Belu guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami menanyakan surat ijin pengangkutan BBM dalam jumlah banyak namun yang bersangkutan mengaku tidak mengantongi izin serta enggan mengaku pemilik mitan subsidi tersebut, sehingga kami langsung mengamankan YWK beserta barang bukti mikrolet dan BBM ke Mapolres Belu guna menjalani pemeriksaan lanjutan," tambah Sepuh.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Sepuh, sopir YWK mengaku bahwa dirinya hanya disuruh untuk mengantarkan semua mitan subsidi tersebut dari Atambua ke Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur dan rencananya semua mitan itu akan dijual ke Timor Leste.

"Berdasarkan pengakuan YWK bahwa dirinya dibayar untuk membeli mitan pada sejumlah pedagang di Pasar Baru kemudian membawanya ke Desa Silawan dengan upah Rp. 10.000 per jerigen," ujar Sepuh.

Tehadap kasus ini, penyidik Polres Belu masih terus melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkapkan jaringan penyelundupan BBM di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Pemda TTU Akan Alokasikan Dana Operasional Untuk Pemulangan TKI yang Meninggal di Malaysia

Artis Ini Lakukan Pesugihan, Robby Purba Teman Ayu Ting Ting Bongkar Detailnya Anak Indigo Ucap Ini

Menurut Sepuh, YWK dijerat dengan Pasal 55 subsidair pasal 53 huruf b UU Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Migas Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 6 tahun. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahasen).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved