Pencopotan Prajurit oleh KSAD, Danrem 161 Wirasakti Imbau Prajurit dan Keluarga Tak Ikut Sebar Hoaks

Pencopotan prajurit oleh KSAD, Danrem 161 wirasakti Kupang imbau prajurit dan Keluarga tak ikut sebar hoaks

Pencopotan Prajurit oleh KSAD, Danrem 161 Wirasakti Imbau Prajurit dan Keluarga Tak Ikut Sebar Hoaks
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Danrem 161 Wirasakti Brigjen TNI Syaiful Rahman 

Pencopotan prajurit oleh KSAD, Danrem 161 wirasakti Kupang imbau prajurit dan Keluarga tak ikut sebar hoaks

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman mengeluarkan imbauan kepada prajurit dalam menyikapi berbagai berita hoax baik di media sosial (medsos) maupun media elektronik dan online.

Kepada POS-KUPANG.COM pada Sabtu (12/10/2019), Brigjen TNI Syaiful menyatakan bahwa penegakan hukum terkait penggunaan medsos harus senantiasa dilakukan kepada siapapun dengan tidak boleh pilih kasih di seluruh satuan TNI termasuk satuan di wilayah Korem 161/Wirasakti Kupang.

BREAKING NEWS: Mahasiswa FKIP dan FST Undana Kupang Tawuran

Dengan demikian Danrem 161/Wirasakti itu menghimbau agar seluruh prajurit serta keluarganya agar tidak terpengaruh untuk ikut menyebar konten yang mengandung hoax dalam menggunakan medsos maupun media elektronik atau media online.

Oleh karenanya, untuk mencegah penyalahgunaan medsos, elektronik/online untuk penyebaran hoax maka Danrem menekankan kepada para komandan satuan dan seluruh personel di satuannya, agar :

Pertama, apabila menerima konten/berita/informasi melalui medsos agar senantiasa mengklarifikasi kebenaran secara cermat dan teliti termasuk sumbernya apakah resmi atau tidak, serta tidak menyebarkan konten/berita/informasi yang belum jelas.

Nasabah BRI Unit Penfui Raih Grandprize Panen Hadiah Simpedes

Kedua, selalu bersikap hati-hati dan selektif bila menerima terusan konten/berita/informasi agar tidak terjebak atau secara tidak sengaja ikut sebagai pelaku penyebar hoax melalui medsos.

Ketiga, menyikapi setiap konten/berita/informasi yang diterima cukup sebagai pengetahuan buat dirinya sendiri dan tidak untuk diteruskan kepada orang lain melalui media elektronik/online.

Keempat, senantiasa mengajak/mendorong keluarga serta elemen masyarakat lainnya agar berperan aktif mencegah dan menghentikan penyebaran hoax.

Dan kelima, mentaati Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta ketentuan-ketentuan lain yang bersifat internal di TNI dan TNI AD.

Diberitakan, sebelumnya KSAD Jenderal Andika Perkasa menjatuhkan sanksi kepada dua anggota TNI AD aktif karena istri mereka memposting di media sosial soal penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Keduanya terdiri dari, Kolonel HS yang menjabat Kodim Kendari dan Sersan Dua Z. Kolonel HS dan Sersan Dua Z disebut telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.

Hal ini terjadi karena isteri mereka, masing masing IPDN yang merupakan istri Komandan Kodim Kendari Kolonel HS dan LZ yang merupakan istri Sersan Dua berinisial Z memposting tentang peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved