BREAKING NEWS: Dua Warga Makassar Sulsel Tipu Arini Rambu Kariri Katu Warga Waingapu

BREAKING NEWS: dua warga Makassar Sulawesi Selatan menipu Arini Rambu Kariri Katu warga Waingapu

BREAKING NEWS: Dua Warga Makassar Sulsel Tipu Arini Rambu Kariri Katu Warga Waingapu
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kedua tersangka AB dan YD sedang berada di unit Penyidikan Polres Sumba Timur. 

BREAKING NEWS: dua warga Makassar Sulawesi Selatan menipu Arini Rambu Kariri Katu warga Waingapu

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Aksi penipuan yang dilakukan oleh AB (32) warga RT 001/RW 002 Kelurahan Butung, Kecamatan Wajo, Kabupaten Kota Makassar, dan MY (26) warga Dusun I, RT 002/RW 003 Kelurahan Talu Mae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rapang, Provinsi Sulawesi Selatan kepada korban, Arini Rambu Kariri Katu (31), Warga Waingapu yang juga sebagai pegawai BRI Unit Pembantu Yos Sudarso, di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur hingga mencapai Rp 624.000.000.

BREAKING NEWS: TKI Asal TTU Tewas Diterkam Buaya di Malaysia Pulang Tinggal Potongan Tubuh

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga, korban pun melaporkan aksi penipuan itu kepada pihak Kepolisian di Mapolres Sumba Timur.

Mendapatkan laporan itu, pihak Kepolisian Polres Sumba Timur melacak keberadaan kedua pelaku itu bekerja sama dengan pihak kepolisian di Ujung Pandang/Makasar dan berhasil menangkap kedua pelaku itu dan kini sudah mendekam di sel tahanan Polres Sumba Timur guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

BREAKING NEWS: Jaksa Kejari TTU Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Embung Nimasi

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Victor M T Silalahi, SH.,MH melalui Kasubag Humas Polres Sumba Timur, Iptu I Made Murja, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (8/10/2019) menjelaskan, pada tanggal, 29 Agustus 2019, SKPT Polres Sumba Timur mendapatkan laporan dari Korban, Arini Rambu Kariri Katu, pegawai BRI Unit Yos Sudarso dengan laporan ia merasah tertipu atas uang yang ia kirimkan kepada tersangka AB dan YD.

Made menjelaskan, kronologisnya berawal dari tahun yang tersangka lupa, tersangka AB membuat iklan di salah satu media sosial dengan menterarakan nomor handphone milik tersangka YD, yakni membuka pinjaman atas nama koperasi.

Pada tanggal 12 Agustus 2019, korban kemudian menelpon kedua tersangka untuk menayakan apakah ia (korban) masih bisa dilayani pinjaman.

Kemudian kedua pelaku mengaku betul dengan masih memberikan layanan pinjaman di koperasi itu kepada korban. Pada saat itu, korban meminta pinjaman sekitar Rp 100.000.000-Rp 145.000.000.

Namun, untuk bisa memberikan besaran pinjaman itu, tersangka YD langsung mengatakan kepada korban, bahwa untuk pinjaman sebesar itu bisa dilayani, tetapi harus memenuhi kuota limit untuk pencairan dana yang akan dicairkan, sehingga korban pun mengikuti.

Made menjelaskan, pada tanggal 12 Agustus 2019 sekitar pukul 07:31 WITA, korban mulai mengirimkan uang sejumlah Rp 19.700.000, kemudian pada pukul 13.00 WITA, korban kirim lagi sebesar Rp 32.900.000. Tanggal 13 Agustus 2019 sekitar pukul 08.30 WITA, korban kembali mengirim uang sejumlah Rp 50.000.000, kemudian pada pukul 13.51 WITA, korban mengirim lagi Rp 50.000.000.

Pada tanggal 14 Agustus 2019 sekitar pukul 08:12 Wita mengirim uang lagi sejumlah Rp 121.400.000, pada pukul 13.32 korbab kembali mengirimkan uang sebesar Rp 200.000.000. Tanggal 15 Agustus 2019 pukul 13.46 WITA, korban kembali mengirimkan uang sejumlah Rp 150.000.000.

"Korban kirim semua uang itu dengan rekening yang berbeda-beda sesuai yang diberikan oleh kedua tersangka. Setelah uang itu terkirim semua dengan total sebesar Rp 624.000.000, akhirnya korban menayakan kepada kedua tersangka, kapan dana itu cair?, karena tidak ada lagi informasi/berita dari kedua tersangka, baru korban sadar bahwa dia tertipu. Kemudian korban mendatangi Polres Sumba Timur untuk melaporkan kejadian itu,"jelas Made.

Made mengatakan, setelah mendapat laporan itu, anggota polisi melacak keberadaan kedua tersangka bekerja sama dengan pihak Kepolisian di Ujung Pandang/Makasar, di Kabupaten Sindenreng Rapang dan berhasil menangkap kedua tersangka tersebut.

Kemudian setelah dilakukan interogasi, jelas Made, kedua tersangka mengakui semua perbuatan mereka terhadap korban. Kemudian kedua tersangka dibawa ke Polres Sumba Timur untuk menjalani proses penyedikan lebih lanjut.

Dari hasil Interogasi itu juga, jelas Made dari semua uang yang dikirim korban, hanya tersisa Rp 125.000.000. Uang itu juga yang dijadikan barang bukti, sedangkan sebagian besar uang itu telah habis dipakai kedua tersangka dengan foya-foya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved