BREAKING NEWS : Picu Kanker Warga Diminta Jangan Konsumsi Lima Jenis Obat Lambung Ini

BREAKING NEWS : memicu kanker warga diminta jangan konsumsi lima jenis obat lambung ini

BREAKING NEWS : Picu Kanker Warga Diminta Jangan Konsumsi Lima Jenis Obat Lambung Ini
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kepala BPOM Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt. M. Sc, di ruang kerjanya, Senin (7/10/2019) 

BREAKING NEWS : memicu kanker warga diminta jangan konsumsi lima jenis obat lambung ini

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) Kupang meminta masyarakat untuk tidak mengkonsumsi lima jenis obat lambung produk ranitidin.

Kepala BPOM Kupang, Drs. Sem Lapik Apt. M. Sc, saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin (7/10/2019) di ruang kerjanya, menjelaskan, lima jenis produk Renitidin setelah dilakukan pengkajian oleh BPOM RI, disinyalir mengandung cemaran nitrosodimethylamine (NDMA) yang bisa menyebabkan kanker.

Cabuli Dua Bocah SD di Kupang Polisi Tetapkan Kakek 61 Tahun Sebagai Tersangka

Ia merinci lima jenis obat lambung produk Renitidin tersebut, antara lain, Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL dari PT Global Multi Pharmalab, serta Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ML dari PT Indofarma.

"Yah kami meminta masyarakat agar jangan mengkonsumsi lima jenis obat Renitidin yang saya sebutkan tadi. Sudah dilakukan penelitian dan dipastikan mengandung bahan cemaran pemicu kanker," jelasnya.

Dijelaskannya, awalnya informasi adanya cemaran NDMA ada Ranitidin disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) yang kemudian ditindaklanjuti oleh BPOM RI.

TERUNGKAP! Pesan Sakral Orangtua Kandung Saat Serahkan Betrand Peto ke Ruben Onsu & Sarwendah

Di wilayah NTT, sendiri, kata dia, BPOM telah menginformasikan kepada distributor lima jenis Rinatidin di atas untuk dilakukan recall atau penarikan.

"Tim kami sudah turun ke distributor-distributor agar lima jenis Ranitidin dimaksud ditarik kembali dari apotek," ungkapnya.

Ia mengatakan produk obat Ranitidin merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

Badan POM, lanjutnya, telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.

Halaman
1234
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved