Putri Jenderal DI Pandjaitan Ceritakan Suasana Mencekam Rumahnya Dikepung lalu Ayahnya Diseret, Info
Tragedi atau peristiwa Gerakan 30 September atau G30S diperingati Indonesia pada Senin (30/9/2019). Peristiwa G30S diketahui terjadi pada 30 September
Diketahui, Lubang Buaya merupakan tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang menjadi tempat pembuangan para korban G30S.
Chaterine juga membenarkan jalan cerita film G30S merupakan benar adanya karena ia ikut terlibat dalam memberikan kesaksian peristiwa itu.
"Persis almarhum Arifin C Noer (red: sutradara) gambarkan," imbuhnya.
Chaterine juga menyatakan, Arifin C Noer melakukan wawancara satu per satu dengan saksi peristiwa
Lihat videonya:
Biografi DI Panjaitan
Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara, 9 Juni 1925, dikutip dari Wikipedia.
Saat Indonesia sudah meraih kemerdekaan, ia kemudian bersama para pemuda lainnya membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi TNI.
Di TKR, ia pertama kali ditugaskan menjadi komandan batalyon, lalu menjadi Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi pada tahun 1948.
Hingga dirinya menjadi Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera.
Dan saat Pasukan Belanda melakukan Agresi Militernya yang Ke II, Panjaitan diangkat menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Presiden Sukarno terkesiap saat ditanya Cindy Adams jurnalis Amerika Serikat (insert tengah) soal Gerakan 30 September. Simak berita selengkapnya. (SCREENSHOOT YOUTUBE/ARSIP NASIONAL RI/KOLASE TRIBUNWOW.COM)
Hingga berakhirnya Agresi Militer Belanda ke II, dan Indonesia pun memperoleh pengakuan kedaulatan.
Panjaitan lantas diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan.
Saat itu ia dipindahkan lagi ke Palembang menjadi Kepala Staf T & T II/Sriwijaya.
Seusai mengikuti kursus Militer Atase (Milat) tahun 1956, ia ditugaskan sebagai Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat.