Breaking News:

SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga Wakili Nagekeo Ikut Festival Budaya NTT di Kupang

Siswa SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga wakili Nagekeo ikut Festival budaya NTT di Kota Kupang

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Anggota Sanggar Rae Sape SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga pose bersama sebelum berangkat ke Kupang, Senin (23/9/2019). 

Siswa SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga wakili Nagekeo ikut Festival budaya NTT di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sanggar Rae Sape dari SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga wakili Kabupaten Nagekeo untuk mengikuti lomba tarian tradisional pada ajang Festival Budaya Provinsi NTT yang digelar di Kupang.

Mereka akan mengikuti Festival Budaya tingkat Provinsi sejak Selasa (24/9/2019) hingga Kamis (26/9/ 2019) di Kupang.

BREAKING NEWS: Seusai Gerebek Suami Selingkuh dengan SPG Cantik, Dosen di Kupang Langsung Masuk RS

Kepala Sekolah SMAK Baleriwu Danga, Luis L. Gaka, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan Pemda Nagekeo mengutus Sanggar Rae Sape untuk ikut festival budaya tingkat Provinsi di Kupang.

"Sebagai Kepala Sekolah, saya merasa sangat bangga dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada sekolah kami. Saya harapkan agar anak-anak tampil dengan baik, dengan tetap menjaga kesehatan. Semoga buah dari latihan kalian,dapat menghasilkan hal yang baik,"ungkap Luis.

Anggota Sanggar Rae Sape, Ine Normalisa Jolistin Lasa, mengaku dirinya bangga karena Sanggar Rae Sape bisa dipercayakan untuk mewakili Kabupaten Nagekeo.

Peneliti Formappi Lucius Karus: UU MD3 dan UU KPK Direvisi untuk Kepentingan Elite

"Kami sudah berlatih selama ini. Semoga kami mampu menampilkan yang terbaik bagi Kabupaten Nageke," ungkap siswi yang akrab disapa Ine ini.

Ia mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo, agar Sanggar Rae Sape dapat mengharumkan nama Kabupaten Nagekeo di Tingkat Provinsi NTT.

Ketua Sanggar Rae Sape, Sensi Rabu Juli, menyatakan bahwa Sanggar Rae Sape akan membawakan Tarian Du Podo.

"Tradisi Du Podo atau membuat periuk tanah adalah kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai salah satu cara meningkatkan ekonomi rakyat. Kami menampilkan tradisi Du Podo dalam bentuk tarian untuk menceritakan tahap-tahap dalam membuat periuk tanah kepada masyarakat luas,"jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved