SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga Wakili Nagekeo Ikut Festival Budaya NTT di Kupang
Siswa SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga wakili Nagekeo ikut Festival budaya NTT di Kota Kupang
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Siswa SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga wakili Nagekeo ikut Festival budaya NTT di Kota Kupang
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sanggar Rae Sape dari SMA Swasta Katolik Baleriwu Danga wakili Kabupaten Nagekeo untuk mengikuti lomba tarian tradisional pada ajang Festival Budaya Provinsi NTT yang digelar di Kupang.
Mereka akan mengikuti Festival Budaya tingkat Provinsi sejak Selasa (24/9/2019) hingga Kamis (26/9/ 2019) di Kupang.
• BREAKING NEWS: Seusai Gerebek Suami Selingkuh dengan SPG Cantik, Dosen di Kupang Langsung Masuk RS
Kepala Sekolah SMAK Baleriwu Danga, Luis L. Gaka, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan Pemda Nagekeo mengutus Sanggar Rae Sape untuk ikut festival budaya tingkat Provinsi di Kupang.
"Sebagai Kepala Sekolah, saya merasa sangat bangga dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada sekolah kami. Saya harapkan agar anak-anak tampil dengan baik, dengan tetap menjaga kesehatan. Semoga buah dari latihan kalian,dapat menghasilkan hal yang baik,"ungkap Luis.
Anggota Sanggar Rae Sape, Ine Normalisa Jolistin Lasa, mengaku dirinya bangga karena Sanggar Rae Sape bisa dipercayakan untuk mewakili Kabupaten Nagekeo.
• Peneliti Formappi Lucius Karus: UU MD3 dan UU KPK Direvisi untuk Kepentingan Elite
"Kami sudah berlatih selama ini. Semoga kami mampu menampilkan yang terbaik bagi Kabupaten Nageke," ungkap siswi yang akrab disapa Ine ini.
Ia mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo, agar Sanggar Rae Sape dapat mengharumkan nama Kabupaten Nagekeo di Tingkat Provinsi NTT.
Ketua Sanggar Rae Sape, Sensi Rabu Juli, menyatakan bahwa Sanggar Rae Sape akan membawakan Tarian Du Podo.
"Tradisi Du Podo atau membuat periuk tanah adalah kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai salah satu cara meningkatkan ekonomi rakyat. Kami menampilkan tradisi Du Podo dalam bentuk tarian untuk menceritakan tahap-tahap dalam membuat periuk tanah kepada masyarakat luas,"jelasnya.
Sementara itu, Instruktur Sanggar Rae Sape, Feki Parera menyampaikan bahwa melalui tarian, Sanggar Rae Sape bermaksud memperkenalkan berbagai tradisi dan budaya Nagekeo.
"Tarian Du Podo berasal dari Ndora (Boalobo), Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro," jelasnya.
Feki menjelaskan ragam yang ditarikan oleh Sanggar Rae Sape adalah tahap-tahap dalam pembuatan Du Podo yaitu Koe Awu (Penggalian tanah);Zea Awu (Pemilihan dan penghalusan tanah); Ghao Awu/Keu Awu ( Pencampuran tanah dengan air);Du Podo (Pembuatan dan pembentukan sampai pada perapian periuk);Tunu Podo ( Pembakaran).
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo, Festina Andriati menyampaikan apresiasi dan permohonan agar mereka bisa tampil maksimal di Kupang.
"Yang kalian ikuti adalah festival kesenian. Jadi kalian harus menjalankannya dengan gembira. Kalau bisa menjadi juara, tentu akan menjadi luar biasa bagi Kabupaten Nagekeo," ujar Festina.
Festina berharap agar Sanggar Rae Sape dapat mementaskan dengan baik sehingga bisa mengharumkan nama baik Kabupaten Nagekeo dan bisa mengikuti proses yang ada. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)