News
Miris, Masih Ada Siswa SMA di Sumba Barat Daya Tidak Tahu Membaca, Ini Jawaban Bupati Kodi Mete
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya diminta fokus membangun pertanian, pendidikan dan kesehatan.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter
POS KUPANG, COM, TAMBOLAKA- Pemerintahan di Sumba Barat Daya (SBD) kini dinakhodai Bupati Kornelius Kodi Mete, didampingi sang wakil, Marthen Christian Taka, S.IP. Dua figur yang energik. Serah terima jabatan dari pejabat lama digelar, Jumat (20/9/2019).
Pada momen itu mantan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Drs. Ndara Tanggu Kaha, memberikan pekerjaan rumah kepada bupati dan wakil bupati setempat periode 2019-2024, dr. Kornelius Kodi Mete dan Marthen Christian Taka, S.IP, untuk memfokuskan pembangunan di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan serta sektor lainnya.
"Tiga bidang ini menjadi masalah utama yang kami hadapi selama lima tahun memimpin Sumba Barat Daya bersama mantan Bupati Markus Dairo Tallu, S.H. Harapannya tiga persoalan utama itu menjadi perhatian serius pemerintahan baru ke depan," ujar
Ndara Tanggu Kaha pada acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya periode 2014-2019, Markus Dairo Tallu, S.H-Drs.Ndara Tanggu Kaha kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya periode 2019-2024, dr. Kornelius Kodi Mete-Marthen Christian Taka, SIP, di Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Jumat (20/9/2019) pagi. Acara serah terima jabatan ini tidak dihadiri mantan Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu, S.H.
Di bidang pertanian, menurut Ndara Tanggu Kaha, hal pertama yang menjadi perhatian bukan hanya soal menyiapkan lahan, menanam, merawat dan memetik hasil. Namun yang harus diperhatikan adalah soal pangsa pasar produk petani tersebut.
Sebab sekitar 70 persen rakyat Sumba Barat Daya hidup bermata pencaharian di bidang pertanian. Hal mana sekitar 100.000 dari 400.000 lebih jumlah penduduk di Sumba Barat Daya adalah warga miskin. Persoalan yang terjadi selama ini, rakyat sudah memetik hasil tetapi mengalami kendala memasarkannya.
Selanjutnya di bidang pendidikan sangat memilukan, miris. Hingga saat ini masih terdapat siswa-siswi sekolah dasar, SLTP bahkan SMA belum bisa membaca.
Bahkan tahun ini terdapat 120 calon siswa-siswi SLTP dari wilayah Kodi ditolak diterima di SLTP dalam Kota Tambolaka karena tidak bisa membaca.
Di bidang kesehatan, Ndara Tanggu Kaha meenyebut stunting akibat gizi kurang sangat tinggi di Sumba Barat Daya. "Karena itu saya berharap pemerintahan baru ke depan melakukan gebrakan sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat Sumba Barat Daya," pesan Ndara Tanggu Kaha.
Menjawabi pesan Ndara Tanggu Kaha, Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete, dalam sambutannya mengatakan, pemerintahan baru di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Marthen Christian Taka, SIP telah menyiapkan Tujuh Program Jembatan Emas yang siap menjawab berbagai problem kehidupan masyarakat Sumba Barat Daya.
Misalnya, desa berkecukupan pangan, desa sehat dan desa pintar, desa berair, bercahaya dan desa pariwisata.
Bupati Kodi Mete meminta dinas teknis pertanian, pendidikan dan kesehatan serta dinas lainnya harus bersinergi untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumba Barat Daya.
Bupati Kodi Mete menyebut target program 100 hari kerja ke depan, antara lain siswa-siswi harus bisa baca, artinya tidak ada lagi siswa-siswi yang tidak bisa membaca. Selain itu, pada tahun 2020, SBD bebas malaria, TBC dan stunting dan memastikan rakyat SBD memiliki kecukupan pangan dan lain-lain.
Pada kesempatan itu, Bupati Kornelius Kodi Mete juga menyampaikan Wakil Bupati Marthen Christian Taka, SIP tidak sempat hadir karena sedang menjalankan tugas kedinasan.
Acara serah terima ini dihadiri Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Setda NTT, Samuel Pakereng.*