News

Sengketa Rehab Rujab Pimpinan DPRD TTS Masih Berpolemik, Jaksa Minta Inspektorat TTS Audit 10 Hari

Polemik rumah jabatan (rujab) pimpinan DPRD TTS yang kini tak kunjung usai, terutama proses pembayaran rehab, memantik reaksi publik.

Sengketa Rehab Rujab Pimpinan DPRD TTS Masih Berpolemik, Jaksa Minta Inspektorat TTS Audit 10 Hari
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Salah satu bangunan Rujab pimpinan DPRD Kabupaten TTS pasca direhab 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Polemik rumah jabatan (rujab) pimpinan DPRD TTS yang kini tak kunjung usai, terutama proses pembayaran rehab, memantik reaksi publik.

Pasalnya, rujab yang direhab pada akhir tahun 2016 dan selesai pada Maret 2017 ini belum bisa ditempati pimpinan DPRD TTS.

Tarik ulur proses pembayaran antara pengguna anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membuat realisasi pembayaran belum terlaksana. PPK, Andre Pentury, enggan menandatangani berita acara serah terima pekerjaan tersebut dengan dua alasan.

Pertama, Andre menyebut jika masa berlaku SK PPK-nya sudah berakhir di tahun 2017. Kedua, Andre menyebut jika pada adendum kedua, rekanan bekerja tanpa dokumen adendum.
Di pihak lain, Bupati TTS, Epy Tahun, terus menekan PA, dalam hal ini Sekwan DPRD TTS, Roby Selan, guna segera menyelesaikan proses pembayaran.

Menggantungnya proses pembayaran sisa pekerjaan rehab rujab pimpinan DPRD TTS ini menyebabkan hingga kini belum bisa ditempati pimpinan DPRD TTS.

DPRD TTS terus menekan Pemda TTS untuk segera menyelesaikan proses pembayaran pekerjaan tersebut agar rujab pimpinan DPRD TTS tak mubazir. Tekanan tidak hanya datang dari DPRD TTS semata, masyarakat TTS melalui media facebook di group Facebook Pemuda TTS juga menghendaki agar proses pembayaran bisa segera diselesaikan.

Mendapatkan tekanan yang tinggi membuat Pemda TTS menggelar rapat dadakan bersama Kejari SoE guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Kajari SoE, Fachrizal, SH, menyarankan agar Pemda TTS melalui inspektorat melakukan audit terhadap pekerjaan tersebut selama 10 hari ke depan. Selanjutnya, hasil audit akan dilihat untuk menentukan apakah bisa dibayarkan atau tidak.

"Kemarin hari Kamis (19/9/2019), kami sudah rapat bersama Pak Kajari untuk mencari solusi guna bisa melakukan pembayaran terhadap sisa pekerjaan rehab rujab pimpinan DPRD TTS. Nanti inspektorat akan turun audit selama 10 hari dan hasilnya akan dilihat lagi oleh pihak kejaksaan sebelum dilakukan pembayaran," ujar Bupati TTS, Epy Tahun, Jumat (20/9/2019).

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved