Masalah Rujab Pimpinan DPRD TTS, Marcu Mbau Nilai Langkah Bupati Tahun Terlambat

Masalah Rujab pimpinan DPRD TTS, Marcu Mbau nilai langkah Bupati Tahun terlambat

Masalah Rujab Pimpinan DPRD TTS, Marcu Mbau Nilai Langkah Bupati Tahun Terlambat
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Salah satu Rujab pimpinan DPRD Kabupaten TTS 

Masalah Rujab pimpinan DPRD TTS, Marcu Mbau nilai langkah Bupati Tahun terlambat

POS-KUPANG.COM, SOE - Polemik Rujab pimpinan DPRD Kabupaten TTS yang tak kunjung diselesaikan proses pembayarannya saat ini menjadi sorotan media dan masyarakat luas.

Pasalnya, Rujab yang direhab pada akhir tahun 2016 dan selesai pada Maret 2017 tersebut tak kunjung diselesaikan pembayarannya sehingga belum bisa ditempati pimpinan DPRD Kabupaten TTS.

Bupati TTU Harap Peserta Napak Tilas Dapat Mempelajari Sejarah Kota Kefamenanu

Tarik ulur proses pembayaran antara PA dan PPK membuat realisasi pembayaran belum bisa terlaksana. PPK pekerjaan, Andre Pentury enggan menandatangani berita acara serah terima pekerjaan tersebut dengan dua alasan. Pertama, Andre menyebut jika masa berlaku SK PPK nya sudah berakhir di tahun 2017. Kedua, Andre menyebut jika pada Addendum kedua, rekanan bekerja tanpa dokumen addendum.

Dipihak lain, Bupati Tahun terus menekan PA dalam hal ini Sekwan DPRD TTS, Roby Selan guna segera menyelesaikan proses pembayaran.

Pertama Kali Wawancara Ariel Noah Begini Komentar Vibi Penyiar Cantik Kota Kupang

Menggantungnya proses pembayaran sisa pekerjaan rehab Rujab pimpinan DPRD TTS tersebut menyebabkan hingga saat ini Rujab belum bisa ditempati pimpinan DPRD TTS.

DPRD TTS terus menekan Pemda TTS untuk segera menyelesaikan proses pembayaran pekerjaan tersebut sehingga Rujab pimpinan DPRD TTS tak mubazir. Tekanan tidak hanya datang dari DPRD TTS semata, masyarakat Kabupaten TTS melalui media Facebook di group Facebook pemuda TTS juga menghendaki agar proses pembayaran bisa segera diselesaikan.

Mendapatkan pressure yang tinggi membuat Pemda TTS segera menggelar rapat dadakan bersama Kejari TTS guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Kejari TTS, Fachrizal, SH menyarankan agar Pemda TTS melalui inspektorat melakukan audit terhadap pekerjaan tersebut selama 10 hari kedepan. Selanjutnya, hasil audit akan lihat untuk menentukan apakah bisa dibayarkan atau tidak.

" Kemarin hari Kamis, kami sudah rapat bersama pak Kejari untuk mencari solusi guna bisa melakukan pembayaran terhadap sisa pekerjaan rehab Rujab pimpinan DPRD Kabupaten TTS. Nanti inspektorat akan turun audit selama 10 hari dan hasilnya akan dilihat lagi oleh pihak kejaksaan sebelum dilakukan pembayaran," ungkap Bupati Tahun kepada pos kupang.com.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved