Selasa, 21 April 2026

VIDEO: Petani Labuan Bajo Panen Padi di Musim Kemarau. Ini Videonya

VIDEO: Petani Labuan Bajo Panen Padi di Musim Kemarau. Panen padi tersebut di lahan persawahan Handel, Desa Compang Longgo, Kabupaten Manggarai Barat.

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Frans Krowin

VIDEO: Petani Labuan Bajo  Panen Padi di Musim Kemarau. Ini Videonya

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – VIDEO: Petani Labuan Bajo  Panen Padi di Musim Kemarau. Ini Videonya

Ada hal baru yang dilakukan petani di lahan sawah handel, di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Untuk pertama kalinya, pada musim kemarau seperti sekarang, petani yang mengolah sawah di tempat tersebut, melakukan panen padi.

VIDEO: Lima Cara Ini Memudahkan Anda Memilih Parfum Mobil

VIDEO: Polisi Ringkus Penjudi Sabung Ayam di Lembata. Ini Videonya

VIDEO: Bernadinus Dhey Ngebu Dilantik Jadi Ketua DPRD Ngada. Simak Liputannya

Panen padi musim kemarau oleh petani sawah itu dilaksanakan pada Rabu (18/9/2019).

Padi yang ditanam pada Juni 2019 lalu memberikan hasil maksimal. Dari lahan yang diolah, hasil panen yang diperoleh mencapai 8,528 ton per hektar.

Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, menyebutkan, lahan sawah yang diolah seluas 30 hektare.

Dari luas lahan persawahan tersebut, sawah yang mendapat intervensi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat  seluas 27, 6 hektar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Manggarai Barat, Anggalinus Gapul, membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan, jenis padi yang ditanam pada lahan sawah tersebut, adalah varietas Inpari 32.

Ia juga senang, karena dari upaya peningkatan produksi pertanian yang dilakukannyanya, mendapatkan hasil yang lumayan bagus.

"Di sini kelompok taninya sangat responsif.  Penerapan teknologinya berjalan baik, pemupukan berimbang antara waktu dan cara pemberian pupuk. Lahan sawahnya pun bisa dipanen tiga kali setahun," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Handel, Ahmad Madil, mengungkapkan, untuk menghidupkan padi selama musim kemarau, mereka harus menggunakan mesin pompa air.

VIDEO: Manajemen Ruben Onsu, Teman Ayu Ting Ting, Temui Kepala Sekolah SMPN 1 Ruteng di Manggarai

VIDEO: Rektor Undana, Prof. Fred Benu, Soroti Pertumbuhan Ekonomi NTT di Hotel Aston. Ini Videonya

VIDEO: Wabup Manggarai Timur Bilang Menabung di BRI Itu Sengsara Membawa Nikmat. Ini Videonya

"Saat padi baru berusia satu bulan, sawah yang kami olah sudah kekurangan air. Untuk itu kami dibantu oleh mesin pompa air selama dua bulan. Kalau tanpa mesin pompa air, mungkin tidak ada panen seperti hari ini," kata Ahmad.

Panen perdana itu dihadiri juga oleh petugas dari Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Hermawan, yang mewakili penanggung jawab Upaya Khusus (Upsus) Provinsi NTT.

Selain itu ada petugas dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTT, Dr. Ir. Sophia dan Direktur Produsen Ekstragen, Atyk. (POS-KUPANG.COM, Servan Mammilianus).

Nonton Videonya Di Sini:

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved