Sosiolog Undana Prediksi Ada Praktek Prostitusi Terselubung Pasca PSK KD Dipulangkan

Seorang Sosiolog Undana prediksi ada praktek prostitusi terselubung pasca PSK KD dipulangkan

Sosiolog Undana Prediksi Ada Praktek Prostitusi Terselubung Pasca PSK KD Dipulangkan
pos-kupang.com/ambuga lamawuran
Plang penutupan Lokalisasi Karang Dempel Kota Kupang. 

Seorang Sosiolog Undana prediksi ada praktek prostitusi terselubung pasca PSK KD dipulangkan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sosiolog dari Universitas Nusa Cendana ( Undana) Kupang, Lasarus Jehamat menganggapi upaya Pemerintah Kota Kupang membuat Kota Kupang bebas dari prostitusi.

Salah satu langkah yang sudah dilakukan Pemkot Kupang yakni menutup Lokalisasi Karang Dempel (KD) di Kecamatan Alak pada Januari 2019 lalu dan awal Oktober 2019 ini semua PSK Karang Dempel akan dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Basmi Malaria di Lembata, Kadis Kesehatan Minta Puskesmas Buat Inovasi

Saat ini Pemkot Kupang tengah melakukan pengawasan dan penertiban di hotel, homestay, tempat karaoke ataupun tempat hiburan lainnya yang dicurigai ada praktek prostitusi. Bila ditemukan ada praktek prostitusi maka ijin usaha hotel, homestay dan lain-lain akan dicabut.

Apa yang dilakukan oleh Pemkot Kupang tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan pemerintah agar seluruh wilayah di Tanah Air bebas prostitusi.

Lasarus kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (19/9/2019) mengatakan, ia memprediksi pasca pemulangan PSK akan subur praktek prostitusi terselubung.

Plt Kadis Kesehatan TTU Bakal Tarik Dokter RSUD Kefamenanu dari RS Leona

Dijelaskannya, jika pemerintah ingin menghilangkan prostitusi tidak bisa dengan membunuh pelaku prostitusi. "Kalau ada kebijakan pemulangan PSK kembali ke tempat asalnya, itu sama dengan membunuh manusia yang tidak memiliki akses," ungkapnya.

"Negara ini terlampau jauh masuk ke ruang privat individu. Ini yang tidak beres. Mengatasi masalah prostitusi tidak dengan penertiban tetapi dengan membangun kebijakan lain yang bisa diakses semua orang sehingga psk tidak lagi menjadi PSK," tambah Lasarus.

Lasarus mengatakan, ia bukannya setuju dengan prostitusi. Menurutnya, mengatasi masalah prostitusi harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. "Ini tidak bisa diselesaikan di tingkat hilir saja. Yang mesti dilakukan ke depan, negara harus menyiapkan kebijakan yang bisa diakses semua orang," terangnya.

Lanjutnya, untuk mencegah kaum muda atau generasi muda terjerumus ke dalam prostitusi perlu ada kontrol diri dan kontrol sosial. "Menurut saya, masyarakat kita terlampau permisif dengan kondisi ini. Kalau masyarakatnya sepakat menolak prostitusi, saya kira semuanya selesai," jelas Lasarus.

Lalu, menurutnya, kenyataan itu hanya dapat berjalan baik kalau negara mau mengeluarkan kebijakan yang tidak diskriminatif sehingga semua orang mendapatkan hak untuk hidup dan bekerja. "Membuka lapangan kerja menjadi solusi utama masalah ini," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved