Tangani Kredit Macet, Bank NTT Cabang Soe Minta Bantuan Kejari TTS, Ini NIlai Kredit Macet

Bank NTT Cabang Soe menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS guna melakukan penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha

Tangani Kredit Macet, Bank NTT Cabang Soe Minta Bantuan Kejari TTS, Ini NIlai Kredit Macet
Pos kupang.com/dion kota
Nampak suasana penandatanganan kerja sama antara Bank NTT Cabang Soe dan Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS guna melakukan penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara di kantor Bank NTT Cabang Soe 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Bank NTT Cabang Soe menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS guna melakukan penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara. Oleh sebab itu, Senin (16/2019) bertempat di kantor Bank NTT Cabang Soe, Kajari TTS, Fachrizal, SH dan Kepala Bank NTT Cabang Soe, Melkias Benu melakukan penandatanganan MoU mewakili kedua lembaga masing-masing.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan kerjasama tersebut yaitu, pihak Kejari TTS diminta bantuannya untuk mengatasi persoalan kredit macet para nasabah bank NTT cabang Soe.

Dimana, dari total kredit yang disalurkan Bank NTT Cabang Soe senilai 549 miliar lebih, terdapat kredit macet senilai 5,8 Miliar atau 1 persen.

Rocker Indonesia Menangis Minta Tolong di Instagram, Dipukuli Suami hingga Mau Dibunuh, Ini Infonya

Diincar Polisi, Pengedar  Narkoba  Kabur   dari  Maumere - Sikka, NTT, Ini Kronologisnya

Dari total kredit macet senilai 5,8 Miliar, selanjutnya manajemen Bank NTT Cabang Soe akan memilah mana kredit macet yang akan ditagih oleh pihak Kejari TTS dan mana kredit macet yang masih bisa ditangani manajemen Bank NTT Cabang Soe.

" Total kredit macet ini merupakan akumulasi dari tahun 2015 hingga Agustus 2019. Nantinya kita akan pilah lagi sebelum memberikan surat kuasa khusus kepada Kejari TTS untuk melakukan penagihan kredit macet tersebut," ujar Benu.

Penunggak kredit macet lanjut Benu, kebanyakan berasal dari kalangan pihak ketiga atau rekanan yang mengekerjakan proyek Pemda TTS dan juga nasabah KUR.

“ Yang nilai kredit macetnya besar ini dari pihak ketiga, kontraktor. Kalau yang nasabah KUR nilainya kecil," ujarnya.

Tindak lanjut dari penandatangan kerjasa sama tersebut dikatakan Benu, pihaknya akan menerbitkan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada kejaksaan sebagai pengacara negara untuk melakukan upaya pengembalian kredit dari pihak nasabah yang bermasalah.

Mendekam di Penjara, Segini Santunan Uang Bulanan Diberikan Ahmad Dhani kepada Korban Kecelakaan

Rocker Indonesia Menangis Minta Tolong di Instagram, Dipukuli Suami hingga Mau Dibunuh, Ini Infonya

Sementara itu, Kajari TTS, Fachrizal SH mengatakan setelah menerima SKK dari bank NTT Cabang Soe pihaknya akan menganalisa SKK tersebut untuk memilah mana yang masuk ranah perdata dan tata usaha negara.

Dirinya mengimbau kepada pihak nasabah yang belum melunasi kewajibannya dengan bank NTT agar segera menunaikan kewajibannya tersebut tanpa harus ditagih lagi.

“Soal proses teknis penagihannya, nanti kita akan mengundang nasabah yang kreditnya macet dan bicara soal kewajibannya tersebu," jelasnya. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved