Kejari Ende Selamatkan Uang Negara Sebesar Rp 438 Juta

Selama kurun waktu tahun 2019 sejak Januari hingga September 2019, Kejaksaan Negeri Ende berhasil selamatkan uang negara

Kejari Ende Selamatkan Uang Negara Sebesar Rp 438 Juta
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kasi Intel Kjari Ende, Abdon Toh, SH 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Selama kurun waktu tahun 2019 sejak Januari hingga September 2019, Kejaksaan Negeri Ende berhasil selamatkan uang negara sebesar Rp 438.500.000. Uang tersebut berasal dari hasil dugaan korupsi yang terjadi di PDAM Ende.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarsono SH MH mengatakan hal itu melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Abdon Toh SH ketika dikonfirmasi mengenai keuangan negara yang berhasil diselamatkan oleh Kejaksaan Negeri Ende selama tahun 2019, Senin (16/9/2019) di Ende.

Sambut Baru di Ende, Alden Didampingi Neneknya yang Muslim

Abdon mengatakan bahwa dalam kasus PDAM Ende dua orang terdakwa atas nama, Sudarsono dan M Kurniadi Mandaka telah mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 388.000,000 dan denda sebesar Rp 50 Juta.

Uang yang dikembalikan dari hasil tindak pidana korupsi tersebut ujar Abdon selanjutnya disetor ke kas negara.

Tentang kompesasi dari uang pengganti Abdon mengatakan bahwa secara hukum meskipun yang bersangkutan telah mengembalikan uang pengganti dalam tindak pidana korupsi namun tidak akan menghapus atau meniadakan proses hukum atas tindak pidana dugaan korupsi.

Robert Sianipar Berbagi Strategi Agar BPR Tidak Kollaps, Ini yang Harus Dilakukan

"Kalau untuk menghapus tindak pidana korupsi tentu tidak mungkin namun bisa saja menjadi bahan pertimbangan dari pihak majelis hakim dalam memutuskan perkara atas dari para tersangka," kata Abdon.

Sebelumnya tersangka kasus PDAM Ende, Sudarsono mengembalikan uang yang merupakan hasil tindak pidana korupsi ke pihak Kejaksaan Negeri Ende. Uang tersebut saat ini sudah diamankan oleh pihak Kejaksaan Negeri Ende di bank.

Abdon mengatakan bahwa pelaksanaan pengembalian uang tersebut dilakukan setelah pihak Kejaksaan Negeri Ende mendorong yang bersangkutan agar dapat mengembalikannya sebelum dilakukan proses hukum lebih lanjut.

"Tentu ada cara yang ditempuh oleh pihak Kejaksaan Negeri Ende sehingga membuat yang bersangkutan mau mengembalikan uang itu kepada Kejaksaan Negeri Ende namun soal bagaimana cara itu menjadi rahasia tim penyidik," kata Abdon.

Dalam kasus PDAM Ende kedua tersangka masing-masing dijatuhi hukuman yang berbeda untuk Soedarsono dijatuhi hukuman selama 1,8 tahun dan M Kurniadi Mandaka selama 1,6 tahun.

Sebelumnya diberitakan Dirut PDAM Ende, Soerdarsono bersama seorang stafnya atas nama Muhamad Kurniadi Mandaka ditetapkan sebagai tersangka oleh jaksa pada Kejaksaan Negeri Ende setelah diduga melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan pemasangan sambungan langsung rumah (SLR) pada tahun 2015-2016 yang berakibat pada kerugian Negara sebesar Rp 396 Juta.

Dalam kasus itu pada tahun 2015-2016 PDAM Ende melakukan kegiatan pemasangan sambungan rumah kepada warga yang kurang mampu di Kota Ende dengan nilai untuk satu rumah dipungut biaya sebesar Rp 500 ribu.

Namun demikian dalam pelaksanaannya tidak disetor secara utuh keuangan yang dipungut dari warga ke kas atau rekening PDAM Ende namun ditilep yang menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp 396 Juta. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved