Luar Biasa! Anak SDN Boleng Adonara Sudah Terampil Tenun Kain

Sebanyak 74 pelajar SDN Boleng, Desa Boleng, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur

Luar Biasa! Anak SDN Boleng Adonara Sudah Terampil Tenun Kain
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon sedang berdiskusi dengan salah satu penenun cilik dari SDN Boleng, Desa Boleng, Kecamatan Ile Boleng, di Pantai Ina Burak dalam Festival Nusa Tadon Adonara, Minggu (15/9/2019) 

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Sebanyak 74 pelajar SDN Boleng, Desa Boleng, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur menunjukkan keterampilan mereka menenun dalam Festival Nusa Tadon di Pantai Ina Burak, Adonara, Minggu (15/9/2019).

Kemahiran para bocah menenun bukan hanya didapat dari kebiasaan tenun yang sudah ditanamkan dari rumah.

Di sekolah mereka juga mempelajari tenun dalam mata pelajaran muatan lokal (mulok) sebagai life skill. Mereka dibantu oleh seorang instruktur tenun dan dibantu oleh karang taruna serta Tim Penggerak PKK Kecamatan Ile Boleng.

KPK Serahkan Mandat ke Presiden, Ini kata Putri Abdurrahman Wahid, Anita Wahid

Guru Kelas VI SDN Boleng, Khadija Palang, mengatakan anak-anak sudah punya keterampilan tenun dari rumah. Di Desa Boleng sendiri anak-anak perempuan memang wajib belajar tenun.

Di sela-sela kesibukan mereka bermain dan belajar di rumah, anak-anak selalu menyempatkan diri mendampingi ibu mereka menenun.

Pada saat fesfival, pihak sekolah melibatkan 74 siswa dari kelas satu sampai kelas enam.

Warga Harap Festival Lamaholot Tidak Sekadar Seremoni Belaka

Mereka mendemonstrasikan proses pembuatan kain tenun dari pemintalan benang sampai pembuatan motif kain Adonara.

"Kami baru mulai tahun 2019, karena mereka sudah punya keterampilan dari rumah maka di sekolah kita tinggal poles," ungkapnya.

Ibu Khadija mengakui pihak sekolah masih kesulitan di pendanaan alat tenun dan kebutuhan untuk tenun lainnya.

Alat tenun, benang dan fasilitas lainnya masih dibawa dari rumah masing-masing. Oleh karena itu, dirinya bersyukur orangtua siswa juga sangat mendukung minat anak-anak ini.

"Kita lihat menenun itu hampir langka, jadi anak anak ini bisa ganti orangtua mereka yang menenun."

Rahima Bethan selaku instruktur Sanggar Ojok Wutun SDN Boleng menambahkan budaya tenun itu sudah diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang.

"Ini pekerjaan perempuan wajib di Boleng. Di setiap rumah ada."

Semua alat tenun dibawa dari rumah orangtua dan pihaknya hanya mewadahi anak anak untuk bisa belajar tenun.

"Mereka pulang sekolah habis bermain bantu orangtuanya tenun," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved