Rabu, 22 April 2026

Warga Harap Festival Lamaholot Tidak Sekadar Seremoni Belaka

Penyelenggaraan Festival Lamaholot akan berakhir pada Minggu (15/9/2019) malam.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Atraksi Budaya Festival Nusa Tadon Adonara yang jadi bagian dari bingkai besar Festival Lamaholot di Desa Kiwangona, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (14/9/2019) 

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Penyelenggaraan Festival Lamaholot akan berakhir pada Minggu (15/9/2019) malam. Beberapa tokoh masyarakat mengapresiasi penyelenggaraan festival seni budaya Lamaholot ini dan tetap mendorong Pemkab Flotim mendukung kelanjutan dari festival yang sudah diselenggarakan sejak Tahun 2018 lalu.

Tokoh masyarakat Desa Kiwangona, Kecamatan Adonara Timur, Aloysius Duran Corebima mengatakan yang paling penting dari festival ini adalah berkenaan dengan tindaklanjutnya. Tanpa ada tindaklanjut kegiatan ini hanya setemonial belaka, padahal Pemkab Flotim sangat berkeinginan melanjutkan festival ini menurut dia.

TRIBUN WIKI: Bunga Sakura Sumba Kembali Mekar, Wisatawan Mulai Baper

"Ini saya sampaikan secara khusus karena di mana-mana kegiatan semacam ini sudah dilakukan dan hilang bersama angin," pesannya, Sabtu (14/9/2019).

Bentuk tindak lanjut itu antara lain juga berupa pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan penghasilan masyarakat secara ekonomis. Dia meminta pihak pemangku kebijakan menyelenggarakan festival budaya secara rutin dan mengembangkan kerajinan tenun yang sudah ada sejak dahulu kala dan akan bertahan sampai sekarang.

Ini Alasan Mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao Baru Berziarah ke Makam Habibie Hari Ini

"Kegiatan lain yang merupakan ciri khas semacam jagung titi masih juga dikembangkan untuk menarik wisatawan. Masih sangat banyak asalkan kita mau berpikir dalam rangka tindaklanjut festival ini."

Terkait budaya, dia mendorong Pemkab Flotim mengambilperan dalam rangka menghilangkan berbagai kegiatan/kebiasaan adat yang diadakan turun-temurun tetapi menyeret masyarakat jauh ke belakang. Dia mencontohkan, masyarakat hidup setengah mati tetapi pada saat kematian secara adat mereka harus menanggung kebutuhan-kebutuhan adat yang tidak sedikit dan pada akhirnya mereka harus berutang sana sini dan utang tidak berakhir.

"Sampai sekarang upaya itu tidak berakhir. Masukkan itu dalam program kabupaten supaya masyarakat lebih berdaya. Uang kita habis hanya untuk urusan yang tidak produktif," tandasnya.

Direktur Festival Lamaholot, Romo Thomas Labina, mengucapkan terima kasih kepada platform Indonesiana Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Lamaholot ini. Kabupaten Flotim adalah satu dari 19 kabupaten yang menyelenggarakan festival budaya dan dibantu oleh platform Indonesiana.

Menurut Romo Thomas kehadiran Indonesiana menyadarkan masyarakat bahwa mereka harus hidup dari dirinya sendiri. Bukan hidup dengan mental kebergantungan.

"Anak anak Lamaholot harus berkembang. Malam ini kita berkumpul supaya Lewotana bisa berkembang untuk Flores Timur."

Persatuan dan persaudaraan ini yang mau diwariskan. Kalau tidak Lamaholot tidak akan maju dan berkembang. Bagi imam diosesan Keuskupan Larantuka ini Flores Timur baru bisa berkembang kalau masyarakat sungguh menjunjung tinggi nilai kejujuran. Budaya Lamaholot sangat menjunjung nilai kejujuran.

"Kejujuran sekarang sangat mahal. Saya jauh lebih suka orang tampil dengan kejujuran, daripada saya tampil sekadar memberi kesan. Dia bukan berdiri mengabdi untuk Lewotana," tegas mantan Kepala SMA Seminari San Dominggo Hokeng ini.

Camat Adonara Timur, Damianus Duran berkata kalau Festival Nusa Tadon Adonara memberikan sejarah. Oleh karena itu, dia berterima kasih kepada Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Flotim yang telah memberikan kesempatan kepada Adonara sebagai salah satu lokasi festival.

"Adonara menunjukkan diri. Kita akan memaknai seperti apa itu Adonara. Berbagai atraksi yang kita ikut makna itu akan dibawa pulang. Adonara sesungguhya apa yang ditampilkan malam ini. Kita percaya leluhur hadir dalam festival ini. Momentum ini akan jadi pelajaran untuk menggali budaya Lamaholot." (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved