Bulan Kitab Suci Nasional 2019, Umat Paroki Redong Katekese di Rumah Gendang, Ini yang Dibahas

Selama Bulan Kitab Suci Nasional 2019, umat Paroki Redong katekese di Rumah Gendang, Ini yang Dibahas

Bulan Kitab Suci Nasional 2019, Umat Paroki Redong Katekese di Rumah Gendang, Ini yang Dibahas
POS-KUPANG.COM/Foto Dok Rikard
Umat Paroki Ka-Redong sedang melakukan kegiatan katekese dan membahas masalah lingkungan hidup. 

Selama Bulan Kitab Suci Nasional 2019, umat Paroki Redong katekese di Rumah Gendang, Ini yang Dibahas

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Umat Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong, Ruteng melaksanakan katekese dengan tema mewartakan kabar gembira di tengah krisis lingkungan hidup di Rumah Gendang Mena, Woang, Tuke, Redong, Ka Sama dan Gendang Ka Sale.

Umat di enam Gendang antusias mengikuti katekese dan aktif menyampaikan persoalan-persoalan yang terkait lingkungan hidup seperti masih banyak warga yang membuang sampah di sembarang tempat, air untuk pertanian berkurang sehingga banyak lahan yang tidak bisa ditanam, hasil padi menurun akibat serangan hama dan penyakiti jenis baru dan mutu air yang mengalir di saluran irigasi di persawahan di sekitar Kampung Woang, Ka Sama dan Ka Sale tidak layak.

95 Peserta Ramaikan Katong Sketsa di Kota Kupang

Padahal pada tahun 80an kualitas air sangat baik, bersih sehingga banyak ikan, udang hidup di sungai bahkan ada juga warga memanfaatkan air sungai untuk air minum.

Demikian rilis Richardus Roden Urut, Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi, Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Minggu (15/9/2019) siang.

Yustinus Doni Urut, warga gendang woang, salah satu peserta katekese mengungkapkan, petani sawah dan sayur-sayuran di areal persawahan woang sekarang ini mengalami penurunan debit air untuk sawah dan air yang mengalir saat ini kualitasnya sangat buruk sebab bercampur dengan sampah plastik dan oli-oli (limbah) bekas dari bengkel yang ada di sepanjang bantaran Sungai Wae Locak.

Polisi Tangkap Pria Berupaya Rampok Taksi Online di Bintaro, Begini Modusnya

Lebih lanjut dia berpendapat pada saat sesi diskusi, tahun ini hasil padi pasti menurun akibat kekurangan air dan kualitas air irigasi yang buruk maka sebaiknya Gereja bekerjasama dengan Pemerintah untuk menyadarkan warga yang tinggal dibantaran sungai agar tidak membuang sampah dan oli bekas ke sungai dan pemerintah harus berani menindak warga yang membuang sampah dan limbah berbahaya ke sungai atau ke saluran irigasi. Sebab perilaku ini merugikan warga lain

"Jika hal ini dibiarkan maka petani yang akan terpapar atau terdampak secara ekonomi bahkan bisa mengalami kekurangan pangan karena hasil padi menurun," ungkap Yustinus, warga KBG St Paulus Ruteng.

Sedangkan Hilarius Supandi, Ketua Wilayah II Gendang Ka Sama mengatakan bahwa kerusakan lingkungan hidup sekarang ini terjadi akibat dari kegiatan manusia yang bermental instan seperti menggunakan bahan kimia untuk pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada tanaman. Ini diperparah lagi oleh ketidaktahuan warga tentang dampak negati terhadap lingkungan dari bahan bahan kimia tersebut.

Dia menambahkan katekese lingkungan hidup kali ini sangat baik untuk menigkatkan pengetahuan warga tentang cara berelasi dengan alam yang lebih ramah yang dapat menjamin keberlanjutan lingkungan hidup yang sehat.

"Saya setuju dengan gagasan-gagasan dari sebagian besar warga untuk menerapkan pertanian organik, giat membersih lingkungan, memilah sampah plastik dan organik, menanam pohon dan secara kontinyu menjelaskan dampak negatif dari perilaku membuang sampah di sembarang tempat.
Setiap selesai katekese warga di 6 gendang melakukan aksi bersih lingkungan, membersihkan parit dari sampah dan endapan lumpur, membuat pupuk organik dan menanam pohon jenis angsono di sepajang Jalan Komodo, Ruteng.

Kegiatan katekese diisi dengan kegiatan doa, membaca kitab suci, mengidentifikasi persoalan-persoalan seputar lingkungan hidup, merumuskan solusi dan menyusun rencana tindak lanjut untuk dilaksanakan oleh warga di Kelompok-kelompok Basis Gerejawi yang ada di Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong. Kegiatan aksi bersih lingkungan melibatkan anak anak, orang muda orang tua dan suster suster dari biara-biara yang berkarya di Paroki Ka-Redong. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved