Akibat Stres Tinggi, Dewi Bunuh Anak Kembarnya

Usai diperiksa oleh tim dokter, tersangka meninggalkan ruang rawat Inap Garuda RS SK Lerik Kota Kupang pada pukul 11.00 Wita.

Akibat Stres Tinggi, Dewi Bunuh Anak Kembarnya
POS KUPANG/GECIO VIANA
Dewi Regina Ano saat hendak dipindahkan dari RSUD SK Lerik Kota Kupang ke RSB Drs Titus Ully Kupang, Sabtu (14/9/2019) 

Akibat Stres Tinggi, Dewi Bunuh Anak Kembarnya

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Direktris Lembaga Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe mengatakan, Dewi Regina Ano (24) tega membunuh anak kembarnya karena mengalami stres yang tinggi.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di RSUD SK Lerik Kota Kupang pada Jumat (14/9/2019).

"Dalam komunikasi saya dengan ibu regina, dia katakan dia tidak sadar apa yang terjadi, dia mengalami stres yang cukup tinggi sehingga melakukan hal tersebut. Untuk itu, saat dia tersadar di rumah sakit, ia menanyakan kembali anaknya di mana dan dia baru benar-benar merasakan bahwa tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa," kata Libby menceritakan pengakuan tersangka.

Libby menjelaskan, pihaknya akan konsisten melakukan pendampingan non litigasi terhadap tersangka hingga putusan pengadilan.

"Setelah mendengar kejadian ini, tanpa melihat status dari ibu ini Rumah Perempuan akan melakukan pendampingan. Pendampingan yang kami lakukan adalah pendampingan non litigasi yaitu lebih berkaitan dengan psikologi dari ibu ini," ujarnya.

"Jadi saat dia melakukan hal ini, banyak orang menjustifikasi dia, akan tetapi kami tetap melakukan pendampingan. Karena kami melihat dia patut ditolong, sebab kami berpikir ada alasan tertentu seseorang dapat melakukan hal itu," tambahnya.

Libby menuturkan, langkah yang akan diambilnya adalah akan melakukan pendampingan saat tersangka diambil keterangan dari pihak kepolisian maupun proses hukum selanjutnya.

"Lalu pendampingan lainnya sehingga dia dapat memberikan informasi yang benar. Kami akan bangun komunikasi yang baik, sehingga apapun yang dia lakukan, harus disampaikan secara jujur dan sadar serta memberikan informasi secara bertanggung jawab," katanya.

Tekanan yang diterima tersangka hingga berujung tindakan pembunuhan, lanjut Libby, adalah tekanan dalam rumah tangga.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved